ITB Tayangkan Foto JK Saat Pimpin Demo 1965 di Makassar
Foto JK saat berorasi tahun 1965 ditayangkan di Sidang Terbuka Senat ITB, Senin (13/1/2020).
KOMENTAR

TILIK.id, Bandung — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mendapat gelar Doktor Kehormatan (DHC) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui sidang terbuka senat, Senin (13/1/2020).

Yang menarik dari prosesi pemberian gelar itu adalah saat tim Promotor Abdul Hakim menyampaikan sambutannya, dia menayangkan foto JK saat memimpin demo dan berorasi di Unhas Makassar tahun 1965. 

Dalam foto, JK berdiri di atas podium dengan standing mike di depannya. Seorang aktivis lainnya berada di bawah JK yang tengah berorasi saat memimpin demo tersebut.

Tahun 1964 adalah masa di mana pergerakan mahasiswa menemukan momentumnya di seluruh Indonesia. Pusat komando gerakan mahasiswa waktu itu ada di Jakarta dengan tiga tuntutan, yaitu Bubarkan PKI, Reshuffle Kabinet, dan Turunkan Harga.

Aksk demo mahasiswa kala itu berad di bawah payung Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) yang kemudian dibentuk di seluruh Indonesia. Di Makassar KAMI diketuai Jusuf Kalla yang juga ketua umum HMI cabang Makassar saat itu. 

Foto perjalan sejarah JK pun menarik perhatian dalam sidang terbuka senat ITB tersebut. Apalagi JK yang mendapat gelar Doktor Honoris Causa itu bukanlah tokoh karbitan. JK menerima DHC karena kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Dalam laporan pertanggungjawaban akademiknya, tim promotor Abdul Hakim menyebut Jusuf Kalla layak mendapat gelar doktor kehormatan atas inovasi peningkatan produktivitas dalam sebuah sistem, baik sistem pemerintahan maupun perusahaan.

“Berdasarkan karya-karya inovatif dan rekan jejak yang telah dilakukan, Tim Promotor yakin Jusuf Kalla layak mendapatkan gelar Doktor Kehormatan dalam bidang produktivitas,” ujarnya, pada Senin (13/1/2020).

Empat contoh kongkret inovasi yang dilakukan JK  ialah PT Bukaka Teknik, konversi minyak tanah ke LPG, bantuan langsung tunai (BLT), dan pembangunan bandara internasional Sultan Hasanuddin, Makassar dengan gerbarata.

Jusuf Kalla sendiri menyampaikan orasi ilmiah dengan tema  “Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa”.

JK  antara lain mengatakan kunci kemakmuran suatu bangsa ialah semangat dan produktivitas. Negara dengan produktivitas tinggi akan mampu memproduksi barang dan jasa melebihi kebutuhan. 

“Selisih antara apa yang diproduksi dan dikonsumsi memungkinkan mereka melakukan investasi yang pada gilirannya mendongkrak produktivitas dan kemakmuran ke taraf yang lebih tinggi,” katanya.

Dikatakan juga, anugerah kepada dirinya oleh karena pencapaian itu  hanyalah sebagian dari pembelajaran dan perjalanan panjang yang ditekuni di dunia bisnis, politik dan pemerintahan. Secara langsung dan tidak langsung, hampir semuanya berkaitan dengan upaya peningkatan produktivitas.

“Saya baru menyadari bahwa slogan yang selalu saya ucapkan, yaitu lebih cepat lebih baik, adalah esensi dari produktivitas,” katanya.

JK pun memberikan  catatan penting  untuk generasi penerus bangsa terkait produktivitas. Yaitu pentingnya keberanian untuk memulai dan mengambil risiko, pentingnya sumber daya alam, pentingnya manajemen dan akumulasi pengetahuan, pentingnya peran entrepreneur, pentingnya peranan perguruan tinggi dan pentingnya sikap bijak. (lms)

Aktivis CBA: KPK Sudah Seperti Ayam Sayur

Sebelumnya

Menaker RI Ida Fauziyah Apresiasi Penerapan K3 Pertamina

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional