Imam Masjid New York Ini Ungkap Kejanggalan Investasi Syariah Hartadinata
Imam Masjid New York Shamsi Ali
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Hati-hati dengan label syariah, jangan sampai labelisasi istilah Islam itu membuat umat tertipu. Itu yang dipesankan Imam Besar Masjid di New York HM Shamsi Ali. 

Dalam berbagai permyataannya belakangan ini, dia menyoroti keganjilan investasi  berlabel syariah asal Amerika Serikat yang dikelola Hartadinata Harianto. 

Perusahaan Hartadinata itu   tengah merambah bisnis properti syariah di Indonesia. Namun setelah Shamsi Ali menelusurinya, banyak kejanggalan di dalamnya.  Ditemukan berbagai fakta yang ternyata mengandung penipuan. 

Shamsi mengatakan perusahaan Hartadinata, Syariah Indonesia LLC dari perusahaan Sinergi Stern Investindo (SSI) telah membangun kebohongan di Indonesia.

“Ada tiga kejanggalan perusahaan itu.  Pertama, tanggal Pendirian Perusahaan. Bahwa  Hartadinata telah mendirikan empat perusahaan yang beralamat di New York. Berdasarkan penelusuran di situs pemerintah kota New York, keempat perusahaan tersebut dibuat dalam waktu berdekatan,” kata Shamsi seperti dikutip kumparan. 

Perusahaan-perusahaan itu, katanya,  didaftar dalam waktu yang hampir sama. Malah dua hanya berselang dalam sehari, tanggal 10 dan 11 Desember 2018.

Untuk perusahaan Syariah Indonesia LLC,, tambah Shamsi,  dicatatkan di New York pada Agustus 2019.  Namun menurut dia, di AS sangat mudah mendaftarkan perusahaan. Asal punya social security.   

“Untuk mendaftar perusahaan, bisa melalui situs Departemen Perdagangan atau ke akuntan.  Kita bisa punya nama perusahaan dan menjual ke orang-orang,”  ujar Shamsi.

Karena itu,  pembentukan perusahaan-perusahaan ini dalam waktu yang berdekatan mencurigakan. Sepertinya  keempat perusahaan itu  untuk dijadikan “umpan” bagi investor di Indonesia. 

Kedua, kata Shamsi Ali,  soal alamat palsu.  Alamat yang digunakan oleh perusahaan tersebut  adalah palsu. Alamat di New York yang terdaftar di situs SSInvestindo.com adalah restoran Thailand. Itu  berdasarkan penelusuran Google Map.

“Kantornya kita cari tidak ada. Perusahaan yang dia daftar tidak ada usaha riil di lapangan. Alamat yang dicantumkan di registrasi itu alamat agen yang membantu dia mendaftar. Nomor telepon juga tidak jalan. Alamatnya juga alamat NJ, itu restoran Thai,” kata Shamsi.

Di Indonesia, menurut Shamsi, SSI berkantor di Plaza Simatupang, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.  Ternyata kantor itu tidak representatif sebuah kantor perusahaan level AS. 

Ketiga, kata Ustadz Shamsi,  ada riwayat penipuan dari keluarga  Harianto. Bahkan dia menjadi salah satu korban penipuan sebelumnya.  Ayah Hartadinata, Richard Harianto, pada 2005 menawari  pembangunan channel TV Indonesia di Amerika.

“Menarik sekali bicaranya dan proposal yang dibuatnya, saya kasih dia USD 4.500 (Rp 62 juta),” kata Shamsi. Uang tersebut tidak pernah kembali,” ungkapnya. 

Okeh sebab itu, Shamsi  Ali tegerak untuk membongkar ketika perusahaan tersebut mulai merambah Indonesia dan coba memasuki bisnis Syariah. Hal ini jugalah yang membuat Shamsi mencari tahu soal perusahaan tersebut dan alamatnya.

“Sekarang masuk pesantren, menjual syariah, cari investor, dan lain-lain. Untuk memudahkan menjual nama itu bagi masyarakat muslim yang semangat dengan syariah saat ini,” katanya. (llms)

Pengelola Kantin UKM Parkir Timur GBK Pertanyakan Rencana Relokasi

Sebelumnya

Percepat Bangun Kilang, Pertamina Optimalkan Industri Dalam Negeri

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi