KKSS Pusat Dikukuhkan, JK: Batas Kesukuan Sudah Tipis, Perkuat Kerukunan
Jusuf Kalla saat pidato di Pengukuhan BPP KKSS di TMII Jakarta, Rabu (18/12/2019)
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta  — Mantan Wapres Jusuf Kalla mengatakan, faktor kesukuan saat  ini sudah tidak lagi penting. Namun jika merawat marwah kerukunan maka itulah yang membuat negara atau bangsa ini menjadi kuat. 

JK mengatakan hal itu dalam sambutannya pada pengukuhan Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di aula Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah, Rabu siang (18/12).

BPP KKSS yang dikukuhkan merupakan hasil Mubes KKSS di Solo pada November lalu.  Terpilih sebagai ketua umum adalah H Muchlis Patahna SH SAk dibantu 5 formatur untuk menyusun kepengurusan periode 2019-2024.

Hadir pada pengukuhan kepengurusan Muchlis Patahna adalah tokoh-tokoh asal Sulawesi Selatan antara lain Aksa Mahmud, Agus Arifin Nu’man, Andi Mattalatta, dr Ulla Nuchrawati, A Rivai, Andi Tenribali Lamo, Ibnu Munzir Bakri, Hasanuddin Massaile, Djafar Hafsah, dan ketua-ketua BPW KKSS dari seluruh Indonesia. 

Termasuk hadir 300-an pengurus yang dikukuhkan.  Jusuf Kalla hadir sebagai Ketua Dewan Kehormatan BPP KKSS dan didaulat memberikan arahan pada kepengurusan yang baru. 

Menurut Jusuf Kalla, modrernisasi masyarakat memberikan kenyataan bahwa faktor kesukuan kini menjadi tidak penting. Yang penting, kata JK, bagaimana memperkuat kurukunan internal dan masyarakat. 

  Dikatakan, memang banyak perubahan-perubahan yang terjadi.  Yang jelas pada masa-masa sekarang dan tantangan di masa yang akan datang, suku itu lama-kelaman akan tinggal nama.  Itu karena faktor kawin mawin, menyebabkan  lama-lama  suku hilang, dalam arti konteksnya. 
  
  “Mungkin di tempat ini yang bisa berbahasa Bugis Makassar hanya setengahnya.  Apalagi anak-anak kita, hampir semua tidak bisa berbahasa Bugis atau berbahasa Makassar lagi,” kata JK.
  
 

Namun begitu, kata JK, itulah nanti yang membentuk Indonesia lebih kuat.  Itulah nanti yang membatasi peran kesukuan, dan itulah nanti yang menghilangkan sekat-sekat kesukuan. 
  
  “Anak istri saya orang Minang. Anak saya sudah tidak murni  Bugis, dia kawin lagi dengan orang Jawa, sehingga cucu nanti sudah tidak dikenal lagi suku apa,” ujarnya. 
  
  Karena itu kata JK, kita harus bersatu dalam konteks yang besar, tidak lagi dalam konteks kesukuan.  Namun sekarang ini yang paling penting dijaga adalah marwah etnis. Marwah itu harus dipertahankan. 
  
  “Apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Papua, di Kalimantan, memberi pesan kepada kita agar kerukunan itu tetap dijaga sebaik-baiknya,” ujar Jusuf Kalla. 
  
  Kerukunan dalam konteks ini, kata JK, adalah saling menghargai, tolong menolong, dan bersatu untuk menghadapi masalah bersama. 
  
  Ketua Panitia Jumrana Salikki menyampaikan laporan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna dalam sambutannya mengatakan, komposisi BPP KKSS periode 2019-2024 ini disusun berdasarkan hasil  Mubes di Solo, di mana ada 5 formatur yang terpilih untuk menyusun kepengurusan.  
  
  “Itu yang pertama.  Yang kedua, bahwa tadinya kita ingin merampingkan kepengurusan. Tapi tadi ada 300-an pengurus.  Ini bukan karena apa, ya memang untuk menjawab permasalahan-permasalahan di daerah,” katanya. 
  
    Dikatakan, kepengurusan gemuk ini, ditambah tiga lembaga. Yaitu lintas antar etnis, adat, dan paguyuban. Tiga tambahan  ini bertujuan bahwa selama ini kalau ada konflik-konflik di daerah baru sibuk berkumpul kalau terjadi masalah.  
    
    “Sekarang kita mau permanenkan ini. Jadi mulai saat ini, sejak  dilantik, saudara-saudara dari BPD seluruh Indonesia segera mengimplementasikan pertemuan etnis, adat, dan paguyuban di daerah untuk preventif. Jangan terjadi baru sibuk berkumpul. Ini kita akan lakukan secara rutin,” kata Muchlis. 
    
  Kemudian, kata Muchlis,  ada satu lagi departemen, yaitu Departemen Cendikiawan Bugis Makassar. Kalau selama ini ada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang sudah mendunia, nanti ada pertemuan cendikiawan Bugis Makassar secara rutin. 
  
  Pada pengukuhan BPP KKSS itu, juga diresmikan Yayasan Gemiliar KKSS. Yayasan ini menjadi tempat pengumpulan dana untuk KKSS untuk bergerak di bidang kemanusiaan dan Pendidikan. 
  
  Muchlis mengatakan, Gemiliar adalah Gerakan Miliaran  untuk pendanaan KKSS. Saat ini sudah ada 100 lebih tokoh yang membantu pengumpulan dana yayasan Gemiliar KKSS ini. 
  
  “Sampai hari ini dana yang masuk mencapai 4 miliar 287 juta rupiah,” kata Muchlis Patahna yang disambut tepuk tangan hadirin. 
  
  Pengukuhan BPP KKSS yang pelaksanaan acaranya  diketuai Jumrana Salikki ini diakhiri dengan doa, dan hiburan sambil mencicipi aneka makanan khas Sulawesi Selatan. (lms)

Aktivis CBA: KPK Sudah Seperti Ayam Sayur

Sebelumnya

Menaker RI Ida Fauziyah Apresiasi Penerapan K3 Pertamina

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional