Selamat Jalan Mas Tom, Tokoh HMI Era Pergerakan Mahasiswa 1965-1966
alm Dr H Sulastomo
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 1963-1966 dr H Sulastomo tutup usia di RS Mayapada Tangerang pukul 11:04. Mas Tom, begitu dispa oleh kader-kader dan alumni HMI, wafat pada usia 81 tahun.

Menurut rencana,  jenazah mantan Ketua Umum Persaudaraa  Haji Indonesia itu akan dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir pada ba’da ashar.  Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Ambon H 166 Cinere, Depok.

Kepergian Mas Tom diiringi duka mendalam segenap kader dan alumni HMI.  Mereka  kehilangan tokoh panutan, guru bagsa, dan figur kuat dalam membela HMI masa-masa upaya pembubaran HMI tahun 1965-1966. 

“Inna lillahi wainna ilaihi rojiuun. Selamat jalan Mas Tom. Insha Allah husnul khotimah,” kata mantan Ketua Umum PB HMI periode 1990-1992 Ferry Mursyidan Baldan, di kawasan Masjid Albina, GBK, Jumat.

Ferry mengaku kehilangan tokoh, guru, ayah, dan figur yang sangat tenang dalam memanage tantangan organisasi. Terbukti dalam sejarah di mana saat HMI akan dibubarkan oleh PKI, Mas Tom tetap tenang mengayuh di antara karang. 

"Mas Tom memberi energi dan pelajaran yang positif dalam periodisasi dan perkembangan HM," katanya. 

Dr H Sulastomo MPH lahir di Surabaya 80 tahun silam.  Dia menyelesaikan study SMA di Negeri I Surakarta pada 1957, terus melanjutkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan selesai pada 1964. Gelar Master of Public Health diperolehnya dari University of Hawaii AS pada 1977.

Dr H Sulastomo adalah tokoh HMI era masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Sulastomo menjadi Ketua Umum PB HMI saat PKI dengan getolnya ingin membubarkan HMI. 

Di era itu pula, Sulastomo memimpin HMI di saat terjadi gerakan aksi  Tritura, Tiga Tuntuta Rakyat kepada pemerintahan Soekarno di tahun 1966.  Saat  HMI ingin dibubarkan oleh Bung Karno, Sulastomo dalam posisi bertahan. HMI dianggap organisasi yang kontra revolusi dan berafiliasi dengan parpol yang berseberangan dengan Bung Karno.

Dalam buku “Sulastomi 80 Tahun Katur Ibu”  tahun 2018, Harry Tjan Silalahi ikut menulis testimoni tentang persahabatannya dengan Sulastomo.  Harry Tjan memanggil  Sulastomo dengan sebutan Mas Tom. 

Harry Tjan adalah sahabat Sulastomo saat mahasiswa namun berbeda organisasi dan keyakinan. Sulastomo Ketua Umum  PB HMI sedangkan Harry Tjan Silalahi Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKRI).

“Waktu HMI ingin dibubarkan, hanya PMKRI satu-satunya organisasi mahasiswa yang terang-terangan menolak pembubaran HMI. CGMNI, GMNI, dan lainnya ikut ingin membubarkan HMI,” kata Harry Tjan Silalahi, dalam buku itu.  

Saat-saat genting HMI, Sulastomo dan jajaran PB HMI dipangggil ke Istana oleh Bung Karno.  Mas Tom ditemani Sekjen PB HMI Mar’ie Muhammad, Nurcholis Madjid, Ecky Syahruddin, Ahmad Nurhani, Firdaus Wajdi, dan lainnya.  Kepada PB HMI Bung Karno menyatakan HMI silakan jalan terus. 

Di saat pengurus inti PB HMI diterima Bung Karno, kader-kader HMI lainnya malah turun ke jalan demo menuntut Tritura. Demo dipimpin Fcahmi Idris, Abdul Gafur, dan tokoh-tokoh HMI cabang Jakarta. 

Sekelumit kisah dan perjuangan HMI era kepemimpinan dr H Sulastomo 1963-1966 ini kembali diangkat, saat jenazah Mas Tom tengah disemayamkan di rumah duka, siang ini.  Selamat Jalan Mas Tom. (lms)

Aktivis CBA: KPK Sudah Seperti Ayam Sayur

Sebelumnya

Menaker RI Ida Fauziyah Apresiasi Penerapan K3 Pertamina

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional