Bambang Soesatyo Ingin Golkar Jadi Partai Penjuru Bangsa
Bambang Soesatyo
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta —  Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar dijadwalkan pada 4 sampai 6 Desember 2019. Salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum untuk menakhodai partai sampai lima tahun ke depan. 

Ada dua nama yang santer akan menjadi rival satu sama lain. Yaitu ketua umum saat ini Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo yang kini menjadi Ketua MPR RI.

Airlangga dipastikan maju kembali, sedangkan Bambang Soesatyo alias Bamsoet pernah dikabarkan tidak maju karena sudah menjadi Ketua MPR, namun pekan ini mengeluarkan pernyataan siap berkompetisi dalam pemilihan ketua umum.  

Pernyataan kesediaan  Bambang Soesatyo itu untuk merespons sikap politik Pamuda Pancasila, FKPPI, dan SOKSI yang pada Rabu lalu mendeklarasikan dukungan kepada Bambang Soesatyo. 
 
“Hari ini saya akan membuat pernyataan berkaitan dengan Munas Golkar  yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-6 Desember 2019 di Jakarta dimana salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum untuk periode 2019-2024,” kata BS nama panggilan lainnya. 

Dikatakan,   pada hari Rabu kemarin, rekan rekan se-perjuangan dari Pemuda Pancasila,  FKPPI dan SOKSI sudah menyampaikan konferensi pers memberikan dukungan kepada dirinya untuk maju dalam pencalonan ketua umum Golkar. 

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini saya berharap. pemyataan saya akan menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini beredar di masyarakat mengenai pencalonan saya sebagai ketua umum Golkar  dalam Munas yang akan datang,” katanya. 

Dia menguraikan, hari-hari ini Golkar dihadapkan pada masalah dan tantangan yang besar. dimulai dengan menurunnya jumlah suara partai yang berdampak langsung pada penurunan jumlah kursi di DPR.  

Fakta  menunjukkan menurunnya jumlah kursi yang signifikan dalam 4 periode pemilu terakhir.  Partai Golkar terhitung kehilangan lebih dari 43 kursi dari semula 128 kursi pada 2004 menjadi hanya 85 kursi pada Pileg 2019. 

“Ironisnya penambahan jumlah pemilih pada Pemilu 2019 yang seharusnya berdampak positif bagi suara Golkar, justru sebaliknya. Golkar  kehilangan lebih dari 1 Juta suara dibanclingkan Pemilu sebelumnya,” kata Bambang.

Realitas kemerosotan kinerja yang terjadi di Partai Golkar ini,  kata Bambang,  menimbulkan kecemasan dari setiap kader-kader partai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Bahkan di antara mereka ada yang kecewa dan marah terhadap kondisi partai saat ini. Mereka menilai bahwa acla yang salah clengan kepengurusan di partai ini. 

“Beberapa bulan ini saya banyak menerima dan mendengar ratusan aspirasi dari kader partai di daerah-daerah.  Mereka menginginkan adanya perubahan dalam Partai Golkar  yang kita cintai ini. Mereka mendesak untuk dilakukannya transformasi dan penyelematan di tubuh Golkar. Mereka menginginkan adanya pemimpin baru  di mana mereka bisa percaya dan berharap,” kata BS. 

Pemimpin baru yang diharapkan itu, tambah Bamsoet, adalah yang bisa mengembalikan Partai Golkar  kepada garis perjuangan atau  khittah nya.
Mereka menginginkan adanya pemimpin baru  yang bukan hanya bisa mendengar aspirasi  namun juga aktif berpartisipasi  dalam setiap gerakan kepartaian di setiap tingkatan. Mereka menginginkan pemimpin baru  yang menjadikan Golkar sebagai partai  pembela yang lemah, bukan sebaliknya membela yang kuat dan yang berkepentingan. 

“Mereka menginginkan pemimpin baru yang bisa  melayani publik dan membawa harapan bagi kemajuan bangsa. Mereka menginginkan pemimpin baru  yang mampu menjadikan Partai Golkar  menjadi rumah yang teduh dan nyaman bagi kita semua dan bukan rumah untuk segelintir elite saja,” katanya.

Mereka menginginkan pemimpin baru yang menjadikan Golkar  sebagai Partai Penjuru Bangsa  yang bukan hanya bermanfaat untuk kader partai semata melainkan bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia. 

Menurut Bambang, mempertimbangkan aspirasi, dukungan clan desakan yang sangat kuat,  lebih tepatnya perintah dari organisasi yang telah membesarkan saya seperti Pemuda Pancasila. FKPPI. SOKSI, dan aspirasi daerah dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat baik yang memiliki hak suara ataupun tidak, baik vertical dan horizontal,  dirinya tidak cukup kuat untuk menolaknya. 

“Dengan didasari kecintaan saya terhadap Partai  Golkar,  dengan mengucapkan Bismillah, saya: Bambang Soesatyo menyatakan: Siap  Menjalankan Perintah   untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024,” katanya.

Sebagai calon pemimpin baru, Bambang   membuka kesempatan yang seluas luasnya untuk semua kader di setiap tingkatan untuk berkompetisi, berkontribusi, dan berkarya bagi satu kepentingan bangsa. 

“Dan kiranya pencalonan saya ini juga dapat memberikan harapn: bukan hanya untuk semua kader partai namun juga untuk semua stakeholder yang selama ini sudah berjuang bagi kemajuan partai yang kita cintai ini,” pungkas BS. (lms)

Golkar Makin Panas Jelang Munas

Sebelumnya

Ini Pidato Lengkap Anies Baswedan di Kongres ke-2 Partai NasDem

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik