Anggota DPR Ini Pertanyakan Pengangkatan 7 Staf Khusus Presiden
Tujuh Staf Khusus Presiden saat diperkenalkan, Kamis (21/11).
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Presiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh orang staf khusus presiden di Istana Negara, Kamis. Ketujuh pembantu presiden itu diambil dari kalangan milenial yang usianya masih muda-muda. 

Namun, pengangkatan staf khusus presiden itu mengundang pertanyaan sekaligus kekhawatiran anggota DPR RI dari Partai Amanar Nasional (PAN)  PAN Saleh Partaonan Daulay.

Kepada wartawan Jumat, Wasekjen DPP PAN ini mempertanyakan tugas-tugas para pembantu khusus presiden ini. Karena itu, dia minta Jokowi menjelaskan spesifikasi bidang tugas masing-masing Stafsus ini.

“Saya simpatik dan mengapresiasi bahwa yang diangkat adalah kalangan milenial. Namun begitu, tentu perlu penjelasan terkait tugas dan fungsi yang akan mereka emban. Sebab, di luar mereka sudah banyak pembantu presiden lainnya,” kata Saleh.

Saleh juga menilai,  pengangkatan stafsus itu bisa membuat gemuk birokrasi dan tidak sejalan dengan prinsip efisiensi yang sering digaungkan oleh Jokowi.

Dikatakan, selama ini keberadaan stafsus Presiden tidak terlalu ‘terlihat’. Saleh justru mempertanyakan apakah Jokowi sudah memiliki stafsus di periode pertamanya?

“Saya tidak pernah dengar aktivitasnya. Mungkin bisa saja karena saya yang kurang mengikuti. Tapi mestinya, kalau gerakan dan aktivitasnya jelas, semua orang pasti akan tahu. Ini rasa-rasanya nggak seperti itu,” ujar Saleh.

Menurut Saleh, sudah ada banyak pembantu Presiden, dari menteri hingga staf kepresidenan. Kehadiran para pembantu Presiden itu, menurutnya, sudah cukup untuk mengerjakan urusan internal di Istana.

“Pembantu Presiden kan banyak. Mulai dari para menteri, wakil menteri, staf kepresidenan, juru bicara, staf rumah tangga kepresidenan. Jumlahnya tidak sedikit. Sepintas, dengan jumlah staf sebanyak itu, urusan internal di Istana Kepresidenan sudah dapat terselenggara dengan baik,” tutur Saleh.

Kalau sekarang, kata dia,  ditambah dengan staf khusus kepresidenan apakah itu efisien atau tidak? 

Kamis kemarin, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus muda. Siapa-siapa mereka? Ini nama-namanya:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) - Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Tanjung (23) - Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) - Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) - Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) - Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) - Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) - Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). (lms)

Fadli Zon: Jangan Ada Stigma Reuni 212 Negatif, Mardani Ali Sera Trenyuh

Sebelumnya

Ini Penjelasan FPI soal Khilafah Islamiyah yang Dimasalahkan Mendagri

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional