Tulisan Anies Baswedan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Anies Baswedan
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Hari Sabtu kemarin (9/11) bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Umat muslim seluruh dunia memperingati dalam berbagai bentuk acara. Di Jakarta, ada seremoni pemancangan tiang pertama Masjid Apung Ancol.  

Itulah masjid terapung pertama yang dibangun di Jakarta. Hadir pada ground breaking itu Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia HM Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan jajaran direksi serta komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol. 

Pemancangan tiang pertama itu mengambil moment Maulid Nabi Muhammad SAW.  Memaknai dan merefleksikan Maulid Muhammad,  Anies kemudian menuliskan narasinya dalam tulisan berikut ini:

Ditempa melampaui dosis tempaan umumnya manusia. Bayangkan anak usia 6 tahun mengantarkan jenazah dan menyaksikan ibunya dikuburkan. Betapa hancur hatinya. Mata basah dalam tatapan kosong dan hampa. Tinggal bersama Kakeknya, 2 tahun kemudian kejadian sama berulang: kakeknya meninggal.

Lalu ia dirawat oleh pamannya dan berulang: ia mengantarkan pamannya dikuburkan. Semua yang dicinta, ia lepas berpulang. Bahkan saat 2 bulan di kandungan, ayahnya berpulang. Sejak dalam kandungan, semua yang dicinta pulang ke Rahmatullah.

Ia seakan diajarkan bahwa tiada tempat bergantung dan menggantungkan diri selain pada Sang Khaliq. Tiada sumber aliran cinta, aliran kasih tanpa henti kecuali aliran dari Sang Maha Rahman, Sang Maha Rahim. Yang Abadi hanya dari Sang Pencipta.

Kisah masa tumbuh yang nampak pilu di mata manusia adalah cara Sang Maha Mengatur menaikkan derajatnya. Gempuran mental luar biasa itu menghasilkan pribadi sempurna, yang kemuliaan akhlaqnya melampaui batas geografis dan batas waktu.

Tiada manusia lain, sepanjang usia bumi yang telah jutaan tahun ini, yang kisah hidupnya tercatat dengan lengkap hingga bisa dibaca sampai 15 abad kemudian. Semua detail kisahnya tercatat. Itulah manusia pilihan, itulah Sang Uswatun Hasanah...

Rindu kami padamu, Ya Rasul..
Rindu kami padamu, Ya Nabi..
Hari ini kami peringati peristiwa kelahiranmu.

Hari di saat Aminah melahirkan pribadi sempurna itu. Bayi itu dikandung Aminah dari suami yang telah wafat. Abdullah, seorang suami yang hidupnya diperpanjang dengan tebusan hingga 100 unta. Belum pernah terjadi tebusan setinggi itu. Seakan mengirimkan pesan bahwa lelaki itu terhormat melampaui umumnya lelaki di zamannya.

Tebusan perpanjangan nyawa itu hanya untuk sempat menikahi Aminah dan kelak mewariskan seorang bayi. Peristiwa yang menambah ketakjuban dan kesempurnaan Sang Maha Merencanakan untuk memberikan bingkai hikmah atas rangkaian peristiwa seputar lahir-besarnya pribadi sempurna ini.

Tanggal 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah dikenang sepanjang masa.

Dari Mekkah, cahaya akhlaq dari pribadi itu memancar ke seluruh dunia. Hingga kini cahaya akhlaqnya terus memancar. Tidak pernah redup. Itulah pribadi yang kita cintai, kita rindukan, dan kita junjung. Itulah Nabi Besar Muhammad Shal’allāhu ‘alaihi wa sallam.

Semoga kita semua terus jadi penjaga tradisinya, penerus sunnahnya dan selalu didekatkan dengan sifat-sifatnya. 

Masalah Ekonomi Umat Jadi Fokus Mukernas Rabithah Alawiyah

Sebelumnya

DAARUT TAUHIID YOUTH FESTIVAL DIMULAI

Berikutnya

KOMENTAR ANDA