Geisz:  MERC C  Abdi Bangsa, Tidak  Perlu Teriak “Aku Pancasila Aku NKRI”
Rumah Sakit Indonesia di Myanmar
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Satu lagi karya anak bangsa Indonesia untuk Dunia.  Setelah rumah sakit Indonesia di Gaza selesai bahkan kini dibangun menjadi 4 lantai, kini berdiri lagi rumah sakit Indonesia di Myanmar. 

Rumah Sakit Indonesia di Myanmar tepatnya di kota  Mrauk U, Sittwe.  Berjarak  +- 40km ke Rohingya adalah Rumah Sakit korban konflik sebagaimana yang dibangun di Gaza. 

Rumah Sakit yang  dibangun MER C  itu kini dalam proses finishing.  Salah seorang aktivis MER C  Geisz Chalifah mengaku bersyukur atas pembangunan RS Indonesia di Myanmar ini. 

Dalam salah satu catatannya yang disampaikan kepada TILIK.id, Geisz sekaligus juga mengapresiasi  anak bangsa ini yang  berjasa membangun RS Internasional tanpa teriak-teriak aku NKRI Aku Pancasila.
 
“Anak bangsa ini tak pernah teriak-teriak aku NKRI Aku Pancasila apa lagi mendeskreditkan orang lain radikal dsbnya yang hanya memecah belah bangsa,” kata Geisz. 

MER C, selalu dan selalu berada di medan konflik di manapun konflik itu berada lalu memberi pertolongan pada siapa saja yang membutuhkan. 

Tapi anehnya para gerombolan otak dikit yang entah apa karyanya untuk kemanusiaan seperti kawanan buzzer Denny Siregar dkk,  mencoba menyerang MER C dengan tuduhan fitnah.  

DIkatakan, MER C hanya sekolompok kecil  manusia yang menghibahkan hidupnya untuk kemanusiaan. Para buzzer otak dikit itu menghibahkan hidupnya menjilat penguasa untuk recehan agar bisa hidup. 

“Terlalu jauh untuk dibandingkan,  terlalu hina untuk disejajarkan,” singgung Geisz. 

Rumah Sakit Indonesia di Myanmar terletak  di Kota  Mrauk U, Sittwe.  Berjarak  +- 40km ke Rohingya adalah Rumah Sakit korban konflik sebagaimana yang dibangun di Gaza. 

“Dan sebagai informasi saja buat para kaum gagal mikir alias otak dikit pembenci Gubernur Anies Baswedan, semua kegiatan kemanusiaan MER C mendapat dukungan dari Anies Baswedan, dari mulai pembangunan RSI Gaza sampai dengan penambahan lantainya,” kaatanya. 

Bahkan secara keras, Geisz mengatakan,  kalau otak kalian dungu dan gak punya karya apa-apa, sebaiknya belajar,  bukan ngebacot aku NKRI Aku Pancasila tapi yang muncul hanya mempertontonkan kedunguan. Fahaaam?!!

Dikritik Majalah TEMPO, Anies Malah Berterima Kasih

Sebelumnya

Menteri ESDM Mengakui Banyak Proyek Energi Terbarukan Mangkrak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional