Posisi Menteri Agama dan Mendikbud jadi Sorotan
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Susunan Menteri Kabinet  Indonesia Maju baru saja  dilantik oleh  Presiden Jokowi.  Prabowo Subianto dan Edhi Prabowo yang menjadi polemik pendukung capres 02 ikut masuk jadi menteri. 

Namun yang menarik adalah, masuknya banyak unsur TNI di dalam kabinet menteri.  Yang paling menjadi sorotan adalah Menteri Agama yang dijabat dari unsur TNI, yakni Fachrul Razi. 

Putra kelahiran Aceh ini dianggap jauh dari habitat keagamaan. Jenderal TNI Fachrul Razi adalah mantan wakil Panglima TNI di mana jabatan ini sudah dihapus. 

Pengamat politik Ray Rangkuti ikut menyoroti menteri agama yang dijabat dari unsur militer.  Menurut Ray, ini memang agak menimbulkan pertanyaan. Selama ini menteri agama kebanyakan diberikan kepada unsur NU atau
Muhammadyah. 

“Ada dua yang saya baca dari susunan kabinet ini. Yaitu dominannya unsur TNI, dan masuknya ketua-ketua partai.  Ada juga kejutan, misalnya nama Fachrul Razi dan Nadiem Makarim yang jauh dari bidangnya,” kata Ray Rangkuti saat menjadi narasumber di TVOne, Rabu pagi. 

Soal ini, Ray mengatakan, bahwa pertama, Fachrul Razi secara 
publik tidak terlalu dikenal luas kecuali dari institusi TNI. Yang kedua,  dilihat dalam konteks perwakilan,  kelompok TNI mengurusi suatu bidang yang selama ini agak jauh  dari bidangnya.

Ray juga menyoroti Nadiem Makarim, dari pengusaha tiba-tiba mengurusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jauh dari habitatnya.

“Pak Nadiem Makarim tiba-tiba masuk di kementerian pendidikan dan kebudayaan.  Yang ini artinya sesuatu yang diluar perkiraan kita,  di luar dugaan kita meskipun tentu saja hal yang seperti itu lazim di dalam penyusunan kabinet,” katanya.

Ray tak menduga komposisi kabinet menteri ini fifty-fifty atau  50:50.  Dia memprediksi  60:40, atau 60 partai politik  dan 40 dari profesional.  

“Kalau komposisi its ok.  Presiden ternyata mampu bernegosiasi agar wakil dari partai politik tidak terlalu banyak dan hasilnya 50  dari pantai dan  lima puluh dari profesional,” katanya. 

Berikut Susunan Menteri Kabinet Indonesia Maju: 

1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Mahfud MD

2. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto

3. Menko Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Pandjaitan

4. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy

5. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

6. Menteri Dalam Negeri: Muhammad Tito Karnavian

7. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi

8. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto

9. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly

10. Menteri Keuangan: Sri Mulyani

11. Menteri Energi dan Sumber  Daya Mineral: Arifin Tasrief

12. Menteri Perindustrian:  Agus Gumiwang Kartasasmita

13. Menteri Perdagangan:  Agus Suparmanto

14. Menteri Pertanian: Syahrul  Yasin Limpo

15. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaya Bakar

16. Menteri Perhubungan: Budi  Karya Sumadi

17. Menteri Kelautan dan Perikanan:  Edhy Prabowo

18. Menteri Tenaga Kerja: Ida  Fauziyah

19. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi:  Abdul Halim Iskandar

20. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basoeki Hadimoeljono

21. Menteri Kesehatan: Terawan  Agus Putranto

22. Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan: Nadiem Makarim

23. Menteris Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro

24. Menteri Sosial: Juliari Peter Batubara

25. Menteri Agama: Fachrul Razi

26. Menteri Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif: Wishnutama

27. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G. Plate

28. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki

29. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak: I Gusti Ayu Bintang Darmawati

30. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo

31. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas:  Suharso Monoarfa

32. Menteri Agraria dan Tata  Ruang: Sofyan Djalil

33. Menteri Badan Usaha Milik  Negara: Erick Thohir

34. Menteri Pemuda dan  Olahraga: Zainudin Amali

Jaksa Agung: ST Burhanudin

Kepala BKPM : Bahlil Lahadalia

Sekretaris Kabinet: Pramono Anung

Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko


(lms)

Pemprov DKI Kembali Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Terbaik 2019

Sebelumnya

Ade Armando Tinggal di Bogor, Kerja di Depok, Harusnya Mengkritisi Pemprov Jabar

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional