Ketabahan Nenek Zur
Nenek Zuriah dikunjungi Yayasan Masjid Ancol
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Aksi sosial  Yayasan Masjid Baiturahman Ancol memang  jarang  terdengar. Tapi dua kepedulian ini 
cukup layak mendapat apresiasi.  Pertama bantuan ke Nenek Zur dan kedua kepedulian pada Ustad Andes.

Berikut kisahnya yang dikemas dalam dua catatan “Masjid Ancol dan Kisah Manusia:

Ketabahan Nenek Zur

Nenek Zuriah berusia 74 tahun.  Tinggal  di Pademangan Barat Rt 02 Rw 11. Dalam pernikahannya beliau tidak memiliki anak. Dorongan kuat ingin memiliki momongan, akhirnya beliau memutuskan untuk mengangkat seorang anak.

Tiba masa dewasa anak laki-lakinya kemudian menikah dan diberikan seorang anak putri, namun qodarullah anaknya lahir dalam keadaan cacat fisik.

Pada suatu masa suami nenek Zuriah dipanggil menghadap Allah ta’ala.. Nenek Zur panggilan tetangga sekitar kemudian dirawat oleh anak laki-laki angkatnya beserta menantu.

Ujian datang kembali. Putra kesayangannya diuji dengan penyakit kanker otak dan akhirnya meninggal. Begitu juga dengan menantunya Allah uji dengan penyakit kanker payudara. Berbagai macam ikhtiar dilakukan, hingga pada titik kitidakmampuan seorang hamba pada takdir Sang Maha Kuasa, beliau dipanggil Allah ta’ala.

Nenek Zur, dalam usianya yang tak lagi muda kini menghidupi cucu dan itupun kondisinya dalam keadaan cacat fisik. Lambat laun Allah uji kembali beliau dengan memanggil cucunya.

Kini di usianya yang menginjak 74 tahun, beliau hidup sebatangkara. Mengandalkan kontrakan 2 pintu (1 isi dan 1 kosong) peninggalan suaminya untuk mencukupi hidupnya. Untuk 1 pintu sewa kontraknya Rp 400 rbu/bulan. 
Uang itu hanya cukup untuk membeli pempers yang beliau gunakan pada malam hari. 

Alhamdulillah tetangga di sekitar beliau tinggal memiliki kepedulian yang cukup tinggi. Mereka saling bantu untuk merawat nenek Zur. Ada yang bagian pemegang keuangan bila ada dermawan yang ngasih shodaqoh, ada yang bagian cuci pakaian, ada yang bagian memunuhi kebutuhan makan dan yang paling mengesankan ada yang bagian mengingatkan untuk sholat bila tiba waktunya. 

Ma Syaa Allah... inilah yang sering disebut “saudara terdekat adalah tetangga”. Maka mari kita jaga hubungan baik dengan tetangga dimanapun dan dalam konsisi apapun. Selalu tanamkam berikan yang terbaik dan jangan mengharapkan balasan.

Subhanallah... di usianya yang sudah tua, beliau masih memiliki semangat ibadah yang luar biasa. Semoga Allah berikan ke-istiqomahan kepada beliau dan khususnya kita yang masih muda, karena maut tak kenal tua.

Bambang.
(Yayasan Baiturrahman Jaya Ancol, 11 Oktober 2019)

Ini Kata Petinggi Ancol soal Desain Khas Mesjid Apung

Sebelumnya

Pesan JK dan Anies Saat Pemancangan Tiang Pertama Masjid Apung Ancol

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek