Merengkuh Keadilan
KOMENTAR

JUDUL di atas adalah judul lagu yang pertama kali diperdengarkan ke publik pada 17 Agustus 2019, tepat di hari kemerdekaan. Lagu itu dinyanyikan Tom Salmin saat  konser musik Melayu dalam even Jakarta Melayu Festival (JMF) ke-9 di Ancol.

Lirik lagi diciptakan Geisz Chalifah, alumni HMI  cabang Jakarta. Sedangkan arrangernya adalah musisi hebat Anwar Fauzi. 

Merengkuh Keadilan tak hanya sebuah lagu. Merengkuh Keadilan juga ibarat antologi bagi pemimpin Jakarta saat ini yang menghadirkan kemajuan, keberpihakan,  dan kebahagiaan warganya. 

Lagu itu pun dihadirkan dalam bentuk audio visual yang bercerita tentang pemimpin manusia sejak kecil.  Cerita dimulai dari Mifta’in, pemeran sebagai  sosok Anies Baswedan kecil pembawa bendera. 

Mifta’in adalah  murid Sekolah Rakyat Ancol. Mifta’in yang luar biasa gembira ketika diminta untuk membawa dan  mengibarkan bendera. Terlebih dia memerankan Anies Baswedan di masa kecil. Dengan serta merta dilakukan dengan sepenuh hati. 

Shoting video dilakukan  di Ecopark halaman belakang Ecovention Ancol. 

Tak memerlukan waktu lama untuk dia memahami yang harus dilakukan, hanya beberapa kali pengambilan gambar lalu jadilah. 

Murid-murid  Sekolah Rakyat Ancol itu, seluruhnya berada dalam garis kemiskinan tapi kaya dengan harapan.

Terlebih dengan pemimpin yang memperjuangkan keadilan sosial untuk semua warga jakarta. 

Smiling Lions itulah julukan Gubernur yang lembut hati pada mereka yang lemah dan terpinggirkan,  namun tegas dan tak mundur pada mereka kaum pemilik modal yang melakukan pelanggaran. 

Kelak pada saatnya Mifta’in dan ribuan anak-anak jakarta lainnya yang terhimpit secara ekonomi akan mendapat kesempatan yang lebih baik. 

Ada amanat seorang ibu yang hidup di pinggiran sungai,  Ibu itu  melepaskan kain untuk menggendong anaknya lalu memberikan pada sang Gubernur dan berpesan: Bapak, tolong gendong anak-anak di Jakarta. 

Sebuah pesan singkat namun dalam artinya dan kain itu hingga saat ini selamanya ada di mobil sang Gubernur sebagai pengingat untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya.  Menggendong ribuan Mifta’in untuk masa depan mereka yang lebih baik. (gch)

Ustad Andes yang Bersahaja

Sebelumnya

Ketabahan Nenek Zur

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek