KAHMI Nyatakan Keprihatinan, Minta Pemerintah Serius Tangani Wamena
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Majelis Nasional Korps Alumni Himpuna Mahasiswa Islam (KAHMI) menyampaikan rasa keprihatinannya atas tragedi Wamena. Lewat suratnya tertanggal 1 Oktober 2019, MN KAHMI menyatakan bahwa tragedi kemanusiaan di Wamena telah menimbulkan duka yang mendalam bukan saja bagi keluarga korban, melainkan juga bagi bangsa Indonesia. 

Tragedi tersebut telah merenggut puluhan korban jiwa, korban luka-luka, dan harta (pribadi maupun umum). Selain itu, ribuan rakyat terpaksa harus mengungsi dalam ketakutan dan kekhawatiran kelamnya masa depan.

“Untuk itu, pemerintah daerah khususnya dan pemerintah pusat perlu segera mengambil langkah nyata, cepat dan tepat untuk memberi perlindungan dan jaminan keamanan kepada seluruh warga masyarakat di Wamena,” kata MN KAHMI yang diampaikan Sekjen Manimbang Kahariady, Rabu. 

Manimbang mengatakan, kehadiran negara sangat urgen untuk memulihkan suasana psikologis dan ketentraman masyarakat, khususnya warga pendatang karena Wamena adalah bagian integral NKRI di mana semua warga negara memiliki hak hidup, hak untuk bertempat tinggal dan hak untuk berkegiatan ekonomi 

KAHMI juga mendesak aparat Kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap para pelakunya, khususnya pelaku utama dan aktor intelektual peristiwa tersebut, siapapun dan dari manapun dia demi tegaknya hukum dan terlindunginya HAM

“Mendesak Aparat aparat TNI dan Polri untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan antisipasi dini, serta mengambil langkah langkah yang tepat dan terorganisir, untuk mencegah terjadinya peristiwa amuk massa di masa yang akan datang,” ujarnya.

 Diharapkan pemerintah pusat memberi atensi terhadap tragedi kemanusiaan di Wamena dan mendorong penanganan yang menyeluruh untuk mewujudkan keamanan dan keadilan di Papua secara keseluruhan,  khususnya di Wamena, termasuk memberikan jaminan keamanan pada para pengungsi untuk kembali ke rumahnya guna menjalani hidupnya sebagaimana biasa.
 
“Kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan empati dan peduli terhadap warga masyarakat yang terkena dampak tragedi kemanusiaan,” bebernya. 
 
Tak hanya menyampaikan rasa keprihatinannya, KAHMI juga mambuka Posko atensi dan peduli Wamena di Jalan Turi 1/No. 14. Blok S Senopati Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Kepada jajaran KAHMI di Wamena dan Papua, Majelis Nasonal menginstruksikan untuk mengambil peran aktif koordinatif dengan segenap elemen masyarat di Wamena, serta meningkatkan komunikasi dengan MN KAHMI berkenaan dengan perkembangan situasi di Wamena.
 
 Surat yang diteken Koordinator Presidium MN KAHMI Dr Ir Herman Khaeron dan Manimbang Kahariady itu berharap mendapat tanggapan serius dari para pejabat politik, pemerintahan, dan para pimpinan TNI – Polri serta semua tokoh masyarakat, baik di Wamena, Papua, maupun Pusat.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada para pemimpin bangsa untuk memulihkan kestabilan sosial politik dan keamanan yang sangat diperlukan bagi keselamatan rakyat Indonesia dan keutuhan NKRI,” pungkas Manimbang. (lms)

Seruan Presiden Perangi Radikalisme Menstigmatisasi dan Membangun Narasi

Sebelumnya

Ini Sebagian Cacian terhadap Arteria Dahlan di Medsos

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional