Mahasiswa Demo DPR Sampai Malam
Demo mahasisw di depan Gedung DPR RI, Kamis sore.
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Penolakan terhadap revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus disuarakan. Sore hingga malam ini (Kamis, 19/9/2019) mahasiswa gabungan dari berbagai Perguruan Tinggi di Jakarta, Banten dan Jawa Barat demo di depan pintu gerbang Gedung Parlemen RI, Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat.

Demo berlangsung sejak sore dengan membawa spanduk, poster dan pamflet.  Mereka menuntut DPR membatalkan revisi UU KPK yang sudah diketok oleh Fahri Hamzah.  

Diperkirakan massa mahasiswa yang menggeruduk DPR mencapai 500-an orang. Mereka berorasi sambil meminta pintu gerbang utama DPR dibuka. Bahkan sejumlah spanduk menulis gedung DPR ini disita.

BACA JUGA: 

 

Mereka menyanyikan yel-yel yang menyuarakan penolakan terhadap RKUHP dan revisi UU KPK. Mahasiswa itu juga  memukul-pukul dan mendorong-dorong pagar Gedung MPR/DPR/DPD agar diizinkan masuk bertemu anggota dewan.

Perwakilan mahasiswa dari Universitas Indraprasta, Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Trisakti, Institut Teknologi Bandung, Universitas Paramidana, dan Universitas Moestopo bergantian berorasi mengkritik sikap DPR dan pemerintah.

Mereka menyebut  regulasi yang akan disahkan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat dan menyatakan reformasi sedang dikorupsi saat ini.

“DPR sedang ugal-ugalan dan mengebut legislasi yang tidak berpihak pada masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa dari atas mobil komando.

Dalam aksinya, mereka membawa spanduk dan poster yang menunjukkan dukungan kepada KPK. Salah satu spanduk yang mereka bentangkan di pagar Gedung MPR/DPR/DPD bertuliskan ‘Gedung ini Disita Mahasiswa’.

Di poster dan spanduk lain yang terbentang menyatakan  mosi tidak percaya terhadap DPR dan pemerintah.

Ratusan aparat polisi berjaga-jaga mengamankan aksi. Tampak pula Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan yang  berada di balik pagar pintu gerbang. 

Tak lama sejumlah perwakilan mahasiswa 
terlihat tengah berdialog dengan Kapolres Jakarta Pusat.  Mahasiswa tampak bernego untuk diizinkan masuk ke dalam Komplek DPR.

Sementara itu, akibat ramainya mahasiswa yang melakukan aksi di depan kompleks parlemen pun lalu lintas di sekitar mengalami dampak tersendat. (lms)

Seruan Presiden Perangi Radikalisme Menstigmatisasi dan Membangun Narasi

Sebelumnya

Ini Sebagian Cacian terhadap Arteria Dahlan di Medsos

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional