Bagikan Masker, Pertamina Sasar  Anak Berkegiatan Luar Rumah
Anaka-anak Tanjung Palas Dumai mendapatkan masker untuk menghindari dampak asap.
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta —  PT Pertamina selalu mengambil bagian di setiap bencana dan masalah-masalah yang menimpa penduduk. Bencana asap di Tanjung Palas di Dumai juga menjadi perhatian dan mengambil langkah-langkah konkret. 

Langkah itu misalnya membagikan masker kepada masyarakat Kelurahan Tanjung Palas dan Jaya Mukti. Tak hanya masker,  Pertamina juga memberikan imbauan untuk mengurangi dampak asap kiriman akibat kebanaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam aksinya, Pertamina bekerjasama dengan pihak Kelurahan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tanjung Palas.  Pembagian masker diberikan untuk anak-anak hingga para lansia. 

Unit Manager Comm., Relations & CSR Pertamina RU II Muslim Dharmawan menyatakan kegiatan ini merupakan kali ke-4 dilaksanakan sejak kembali meningkatnya kadar asap karlahut di Kota Dumai. 

Dalam pelaksanaan kegiatan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kelurahan dan LPMK Tanjung Palas guna menentukan titik pembagian masker guna mengoptimalkan jumlah bantuan di tengah keterbatasan yang ada.
 
“Pada pembagian masker hari ini kami bagikan sejumlah 1.200 masker. Walaupun tidak terlalu banyak, kami berharap agar masyarakat dapat tetap memperoleh manfaat dari bantuan ini.”, ungkap Muslim, Kamis. 

Berbeda dengan kegiatan bagi-bagi masker sebelumnya, kali ini Muslim menyatakan pihaknya lebih memfokuskan pembagian dan penyuluhan kepada anak-anak yang masih berkegiatan di luar ruangan. Walaupun pada saat pembagian di siang hari asap karlahut tidak setebal saat pagi hari, pihaknya merasa perlu untuk menginformasikan kepada anak-anak untuk lebih berhati-hati dalam berkegiatan di luar ruangan.

 
“Dari informasi yang kami dapatkan, kegiatan belajar mengajar di tingkat SD memang diliburkan hingga Jumat ini. Namun kami masih menemukan banyak anak-anak yang bermain di luar ruangan. Tim Pertamina yang terdiri dari beberapa pekerja muda secara khusus mencari kumpulan anak-anak tersebut untuk diberikan masker dan sekilas informasi mengenai dampak asap karlahut”, imbuh Muslim.
 
Rizky Ramadan (12 tahun) siswa kelas 5 SDN 021 Tanjung Palas saat mendapatkan informasi mengenai bahaya karhutla mengakui kegiatan belajar mengajar memang diliburkan, namun ia dan teman-teman masih kerap bermain di luar rumah. 

Walaupun belum mengetahui secara persis bahaya dari Karlahut, ia berharap agar asap yang sudah lebih dari 1 bulan menghiasi langit Kota Dumai ini dapat segera tertatasi.
 
“Maunya bisa kembali sekolah tanpa diganggu asap. Kemarin juga bareng guru di sekolah ada doa bersama supaya asapnya cepat pergi,” terang Rizky.
 
 Bagi yang belum menggunakan, pihaknya tetap mengajak pengendara berhenti sejenak untuk memakai masker dan mendengarkan sedikit informasi dari para pekerja Pertamina.
 
Terkait dengan kualitas udara, Muslim menjelaskan di internal Pertamina RU II, Tim Health Safety Security dan Environment (HSSE) rutin melakukan pengecekan kualitas udara menggunakan alat ukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). 

Pada pengecekan Kamis (12/09/19) alat ISPU mencatat kualitas udara berada pada angka 288 atau masuk ke dalam kategori tidak sehat. Ia menghimbau agar masyarakat terus berhati-hati di tengah kondisi yang tengah dialami oleh Kota Dumai.
 
“Masker adalah hal yang mutlak dipakai saat berkegiatan di luar ruangan. Selain itu, perbanyak pula konsumsi air putih agar tubuh tetap dalam kondisi yang baik. Mari bersama-sama kita berdoa agar kondisi ini dapat segera berlalu”, pungkas Muslim. (lms)

Iriyanto Baso Ence, Perpaduan Seniman, Pengusaha, Pengacara dan Ilmuan

Sebelumnya

Ini Komitmen Moh Bahri Setelah Dilantik sebagai Anggota DPRD Banten

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa