Sempat  Kontroversi, Kapolda Sumatera Selatan Pimpin KPK
Irjen Firli Bahuri
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Tak hanya terpilih sebagai komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri juga sekaligus dipilih sebagai ketua pada lembaga antu rusuah itu. Firli terpilih setelah melalui fir and proper test Capim KPK oleh Komisi III  DPR Jumat dinihari tadi.

Firli  bersama 4  calon lainnya lulus dan langsung ditetapkan sebagai pimpinan KPK. Nama-nama yang mendampingi Firli adalah Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, Alexander Mawarta, dan Nurul Ghufron. 

Pemilihan dilakukan dengan cara voting. Setiap anggota Komisi III yang berjumlah 56 orang, memilih 5 nama capim KPK. Hasil voting menunjukkan, seluruh anggota Komisi III memilih Firli sebagai satu dari lima pimpinan KPK.

“Untuk menjabat pimpinan ketua KPK masa bakti 2019-2023, sebagai ketua pertama adalah saudara Firli Bahuri,” ujar Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin, Jumat (13/9).

Terpilihnya Firli tidaklah mulus. Dia termasuk capim yang banyak disorot karena diduga pernah melakukan pelanggaran kode etik saat menjabat Deputi Penindakan KPK.

Karena itu, selama proses pemilihan, Firli lebih banyak jadi perhatian dan sibuk mengklarifikas tuduhan tersebut,  baik dalam tahapan uji publik Pansel KPK maupun saat fit and proper test.

Kontroversi tak berhenti. Wakil Ketua Komisi III dari Gerindra, Desmond J. Mahesa menyebut KPK sempat mengirimkan surat ‘sakti’ yang menyoroti dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli. Isi dari surat itu menerangkan 4 pelanggaran etik yang diduga dilakukan Firli.

Desmon mengatakan tak hanya Firli yang membuar KPK menyurat ke DPR, tapi ada nama jaksa Johanis Tanak juga bermasalah. 

Kendati demikian,  surat  KPK tersebut tak mengganjal Firli melenggang menjadi pimpinan KPK terpilih.  Lulusan Akpol 1990 ini tetap melenggang mulus hingga menjadi Ketua KPK. 

Firli menjadi orang kedua dari unsur Polri yang menjadi Ketua KPK setelah Irjen (Purn) Taufiqurrahman Ruki.

Siapa Firli? Sebelum menjadi Kapolda Sumsel, Firli pernah menjadi  Kapolres Kebumen (2006), Kapolres Brebes (2007), Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2009), Ajudan Wapres RI Boediono (2012), serta Kapolda NTB (2017). Di KPK, dia sempat menjabat Deputi Penindakan KPK.

Terpilihnya Firli secara sebagai Ketua KPK, sedikit berbeda dengan pemilihan pimpinan KPK di periode-periode sebelumnya. Jika sebelumnya, voting dilakukan dua kali, kini cukup sekali saja. Pemilihan komisioner sekaligus pemilihan ketua. (lms)

Seruan Presiden Perangi Radikalisme Menstigmatisasi dan Membangun Narasi

Sebelumnya

Ini Sebagian Cacian terhadap Arteria Dahlan di Medsos

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional