Ancol Pembatas Antara Dunia  Imaginasi  dan Dunia Realitas
KOMENTAR

Oleh: Geisz Chalifah

TAGLINENYA   bernama Taman Impian Jaya Ancol, namun usaha menemukan dibmana taman impiannya relatif sulit, tak ada yang berbeda dengan taman-taman dibluar Ancol bahkan taman di jalan  Sudirman  lebih indah dari yang ada di Ancol. 

Bisa dikatakan Ancol semakin meranggas, inovasi berjalan lambat,  hanya menikmati keadaan yang sudah ada. Tetap banyak didatangi pengunjung namun tak memberi kesan kebaruan alias itu-itu saja. 

Wilayah puluhan hektar itu memiliki beragam unit taman hiburan. Dunia Fantasi, Gelanggang Samudra juga Seaworld. Ada pula resort yang telah berumur puluhan tahun dgn restoran yang juga sama tuanya dan tak  ada renovasi. 

Hanya ada dua pilihan bagi taman hiburan yang telah berada puluhan tahun di Jakarta Utara itu.  Mati pelan-pelan ditinggalkan pengunjungnya atau berbenah disemua lapisan. 

Satu persatu dibahas, dimulai dari watak manusianya. Pintu gerbang adalah wajah Ancol, setiap yang bertugas di pintu masuk maka dia menjadi cermin bagi Ancol secara keseluruhan, keramahan pada pengunjung harus menjadi sarat utama.  Pembekalan pada karyawan di pintu masuk terus menerus diberikan. 

Forum-forum internal digalakkan, Ancol Talk, Ancol Town Hall, dan  training yang berkelanjutan pada setiap unit terus menerus dilakukan agar pola kerja  juga kreatifitas insan Ancol selalunya mengalami pertumbuhan. 

Semua diinventarisir, semua dibahas dengan seksama lalu satu keputusan besar diambil: 

“Ancol Harus Berbenah”

Tak hanya pada management tapi juga perubahan  fisik.  

Pasar Seni Ancol, dibenahi, kurator seni ternama yang sudah memiliki nama di dunia Internasional diberi tugas pembenahan Pasar Seni. Kini Pasar Seni sudah memiliki agenda kesenian sepanjang tahun,  di samping beragam renovasi musium di Pasar Seni dan lain-lain yang  segera dilakukan. 

Taman di sepanjang pantai  Ancol timur sedang dikerjakan yang dirancang oleh arsitek kelas dunia, yang nanti perubahan itu akan sampai pula pada renovasi pintu gerbang. 

Wahana-wahana seperti Dufan, Gelanggang Samudra dll tak hanya direnovasi tapi penambahan unit-unit permainan baru sudah bertambah jauh lebih banyak dari sebelumnya. 

Dunia Fantasi kini memiliki Dunia Kartun yang memanjakan anak-anak untuk bermain di dalamnya. 

Seaword tak hanya memberikan pemandangan tentang beragam kehidupan ikan laut namun juga ada aspek edukasi tentang sampah dan lain-lain yang dijadikan ajang pameran berupa edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. 

Resort Putri Duyung telah memiliki kolam renang baru yang bila sore tiba pemandangan indah menyapa, Resto Putri Duyung juga akan direhab dalam waktu dekat, selain penginapan di situ yang mengalami renovasi didalamnya. 

Di semua tempat taman hiburan seringkali toilet menjadi masalah, bau dan kotor dan jorok. 

Kini toilet di sepanjang pantai sudah mengalami renovasi dengan bentuk bangunan yang artistik. Belum lagi toilet di Dufan dan lain-lain dengan standar hotel bintang lima. 

Masjid Apung sebagai sarana wisata religi sedang didesign yang sudah hampir jadi, dalam waktu tak lama lagi proses pembangunannya  dimulai, tanggal 9 November bertepatan dengan Maulid Rasul tiang pancang mulai ditanam. 

Kembali Ke Ancol bukanlah sekadar mengingatkan ada tempat hiburan luas di Jakarta. 

KembalikeAncol adalah menikmati dunia pembatas antara dunia realitas dan dunia imaginasi.

Taman Bawah Laut, Upaya Pelestarian Ekosistem Laut Karimunjawa

Sebelumnya

Pariwisata Kepulauan Seribu Kerjasama Promosi dengan MRT Jakarta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Pariwisata