Lima Capim KPK Hari Ini Diuji Komisi III DPR, Siapa yang Layak dan Patut?
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Sebanyak lima calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test oleh Komisi III DPR hari ini. Menurut jadwal, fit and proper test dimulai pada pukul 10.00 WIB. 

Kelima pimpinan KPK yang akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan ini adalah

1. Nawawi Pomolango
2. Lili Pintauli Siregar
3. Sigit Danang Joyo
4. Nurul Ghufron
5. I Nyoman Wara

Sebelumnya, kelima capim KPK ini telah menyelesaikan proses pembuatan makalah di Komisi III DPR. Komisi III pun tengah menilai makalah tersebut pada saat fit and proper test.

Setiap capim akan menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan selama 90 menit. Sedangkan secara keseluruhan, fit and proper test dijadwalkan selama 2 hari, yaitu Rabu (11/9) dan Kamis (12/9).

Apa-apa saja yang akan dinilai pada saat fit and proper test itu? Menurut anggota  Komisi III Aziz Syamsuddin, ada sejumlah kriteria yang menjadi penilaian untuk para capim KPK saat fit and proper test nanti. 

Pertama soal integritas. Tapi karena waktunya  sempit tentu saja itu kan tidak mungkin kami lakukan tracking record. Kita hanya sandarkan pada berkas tracking record yang disampaikan oleh Pansel,” kata  Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Menurut politisi PPP ini,  rekam jejak para capim yang diserahkan Pansel akan menjadi bahan pertimbangan karena Pansel telah bekerja sama dengan sejumlah lembaga. Masukan dari masyarakat juga akan menjadi pertimbangan, asalkan bukan rumor.

“Kemudian juga ada bahan-bahan dari elemen masyarakat sipil. Ada yang memberikan katakanlah bukti indikasi, ada yang hanya menyampaikan saja tapi tanpa bukti. Mami tidak akan bisa mengambil keputusan menyikapi kalau hanya berdasarkan rumor saja,” jelasnya.

Komisi III DPR juga akan melihat kompetensi dari masing-masing capim. Kompetensi itu berkaitan dengan penguasaan materi hukum hingga konsep pencegahan korupsi. (lms)

Ahok Masuk BUMN? Ini Kata Praktisi Hukum

Sebelumnya

Dikritik Majalah TEMPO, Anies Malah Berterima Kasih

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional