Iriyanto Baso Ence, Perpaduan Seniman, Pengusaha, Pengacara dan Ilmuan
Dr Irianto A Baso Ence
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Calon walikota Makassar Dr H Iriyanto A Baso Ence SH MH terus menjadi pembicaraan publik Makassar.  Pempilan terakhir terjadi di Cafe Abba, di kawasan Jalan Ade Irma Nasution Makassar, Selasa lalu. 

Kehadirannya hanya sekadar menyapa warga yang hadir. Lumayan banyak. Dia pun didapuk untuk berbicara. Apa yang dismpaikan? Tidak banyak, hanya mengungkap sisi lain dirinya yang yang pernah menggeluti dunia seni.

Benar saja, calon Wali Kota ini memiliki rekam jejak yang bersinar di dunia seni seantero Makassar. Dia adalah  pegiat seni di Dewan Kesenian Makassar, pemain theater, pemain musik, vokalis, pa’kacapi, pencipta lagu, pembaca puisi.

Dulu, di stasiun televisi lokal Makassar (Stasiun TV Ujung Pandang kala itu), ada sebuah acara anak-anak. Acara itu menampilkan sebuah boneka dengan sebutan Wa’ Mappe.

Boneka inilah yang dimainkan oleh Anto. Berkat kepiawaian dalam jiwa seni, ia mampu membiayai sendiri sekolahnya kala itu.

Iriyanto kemudian melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI). Di kampus dia menjadi aktivis mahasiswa, baik intra maupun ekstra kampus. Di Intra, Anto pernah memimpin Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum UMI. Di eksta kampus, dia pun menjadi pengurus HMI cabang Makassar. 

Ilmu hukum yang diperolehnya dari kampus membawa dia berpraktek sebagai pengacara. Banyak warga yang dibelanya di depan hukum dan berhasil menghadirkan hukum bagi kaum lemah.

Merasa belum cukup ilmu hukum, Anto melanjutkan pendidikan doktoralnya di Universitas Padjajaran Bandung. Dia mengambil jurisan Hukum Tata Negara. Sambil kuliah praktek beracara tak ditinggalkan. 

Rupanya profesi pengacara tak membuatnya puas membantu warga di bidang hukum. Karena itu dia pelan-pelan aktif di organisasi keagamaan dengan mendirikan majelis taklim sembari membuka bisnis usaha jasa travel umroh dan haji.  Hasilnya banyak warga diberangkatkan  umroh secara gratis.

“Dengan nikmat rezki yang Allah berikan. Saya berangkatkan warga Makassar umroh secara gratis,” kata Iriyanto. 

Di sela-sela pertemuan, terungkap mengapa Anto ingin maju sebagai Wali Kota Makassar. Padahal dari sisi kehidupan sosial dan keilmuan, boleh dikata semuanya terpenuhi.

Ternyata, Anto ingin mengabdi dan berbuat baik. Berbuat baik untuk masyarakat dan lingkungan, memerlukan sebuah wadah. Wadah itu adalah kekuasaan. Tentu saja, kekuasaan yang diperoleh dengan niat dan cara yang benar.

“Ya, kekuasaan yang diperoleh dengan cara benar sesuai aturan hukum, ajaran agama, dan norma budaya yang kita anut,” bebernya.

Di penghujung acara, tak lupa Anto ingatkan kepada semuanya. “Jadi, jangki lupa nah, ‘Anto Cippe’ itu adalah saya,” guyonnya dengan dialek khas kota Makassar.  (lma)

Bagikan Masker, Pertamina Sasar Anak Berkegiatan Luar Rumah

Sebelumnya

Ini Komitmen Moh Bahri Setelah Dilantik sebagai Anggota DPRD Banten

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nusa