Ini Kisah Tiga Bersaudara Merebut Tiga Kursi DPRD Banten
Ali Nurdin Abdul Gani, Rahmat Abdul Gani, dan Moh Bahri (bawah)
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Cerita  tiga anak dari  ulama kharismatik KH Abdul Gani terpilih masuk DPRD Provinsi Banten jadi pembicaraan menarik di ranah Banten, terutama di Kabupaten Tangerang.  Tiga anak itu, dua kakak beradik dan satu ipar. Menariknya, mereka datang dari tiga partai berbeda, dan berkompetisi di dua dapil yang bersebelahan.

Tiga bersaudara yang sukses meraih kursi DPRD Prov. Banten adalah: H. Rahmat Abdul Gani, PKB, No urut 2, Dapil Kab. Tangerang B, perolehan suara 17.227; H. Ali Nurdin Abdul Gani, Partai Nasdem, No urut 1, Dapil Kab. Tangerang B, perolehan suara 15.025. Dan Moh. Bahri, Partai Gerindra, nomor urut 7, Dapil Kab. Tangerang A, perolehan suara 19.642. 

Wilayah politik mereka beredar di  Kabupaten Tangerang (Dapil Kabupaten Tangerang A dan B). Ketiganya memperoleh suara tertinggi di internal caleg  di partai masing-masing.

Di Kabupaten Tangerang, tiga bersaudara ini dikenal sebagai Keluarga 99 (Sembilan-Sembilan). Nasab (silsilah) keluarga berasal dari H. Abdul Gani, seorang tokoh dan Ulama kharismatik di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. 

Beliau memiliki 9 anak dari isteri pertama, Hj. Rohani. Setelah Hj. Rohani wafat, lalu menikah dengan H. Rogayah, juga memiliki 9 anak. Generasi inilah yang kemudian sukses di panggung politik. Bergantian hingga saat ini, anak-anak H. Abdul Gani menjadi politisi —dari partai yang berbeda.

Saat ini, pencapaian keuarga 99 terbilang fenomenal. Terlebih mereka tak datang dari dinasti politik, melainkan dari keluarga biasa.  Empat kursi legislatif berhasil diraih. Tiga untuk kursi DPRD Provinsi Banten. Satunya di kursi DPRD Kabupaten Tangerang. 

Jika saja semua anak bersaudara itu menang dalam pertarungan politik di Pileg 2019 lalu, maka bisa dipastikan merebut 6 kursi legislatif (empat untuk provinsi dan 2 untuk kabupaten).

Musababnya, ada 6 orang yang ikut kontestasi Pileg lalu. Tersebar di PKB, Nasdem, dan Gerindra.

Moh. Bahri adalah sebagai menantu, yang menikahi puteri bungsu, anak ke-18 dari H. Abdu Gani, yaitu Hj. Jamilah Abdul Gani (berprofesi sebagai Notaris dan PPAT Kabupaten Tangerang).
 
Keluarga 99 itu memiliki jejak sejarah politik  panjang. Sejak era Bung Karno, sudah ada yang berkiprah. Putera pertama H. Abdul Gani, bernama K.H. Ahmad Syatibi, menjadi wakil NU untuk duduk di kursi DPR GR (DPR Gotong Royong, era Orde Lama, Tahun 1966).

Lantas, di masa awal Orde Baru, tepatnya di tahun 1971, K.H. Ahmad Syatibi, kembali terpilih menjadi Anggota Legislatif, di DPRD DKI Jakarta, bahkan menjadi pimpinan DPRD, sezaman dengan periode awal kiprah politik Cawapres terpilih,  K.H. Ma’ruf Amin.

Berikutnya, di penghujung Orde Baru, keluarga ini juga menempatkan H. Supri, sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, mewakili PPP.
Dan di awal reformasi, anak bersaudara bergantian duduk di kursi legislatif (Provini Banten dan Kabupaten Tangerang). Tepatnya ketika H. Sys Abdul Gani berhasil duduk di kursi DPRD Kabupaten Tangerang, mewakili PNUI.

Langkah ini bersambung. Di periode 2014-2019, misalnya, empat orang dari keluarga, berhasil meraih dua kursi DPRD Provinsi Banten, serta dua kursi DPRD Kabupaten Tangerang.

Mereka adalah: H. Ali Nurdin Abdul Gani (Nasdem) dan H. Rahmat Abdul Gani (PKB), duduk di DPRD Provinsi Banten, periode 2014-2019). Serta H. Usman Abdul Gani (PKB) dan serta Uswatun Hasanah (Nasdem), untuk kursi DPRD Kabupaten Tangerang.

Selain di dunia politik, kiprah sanak saudara ini juga merambah dunia professional, dakwah ke-Islam-an, aktivis sosial, dan ekonomi.

Menurut Moh. Bahri, Caleg Partai Gerindra yang dilantik, spirit sosial keagamaan menjadi modal utama kesuksesan keluarga 99. (lms)

Ini Pidato Lengkap Anies Baswedan di Kongres ke-2 Partai NasDem

Sebelumnya

Hasil Pleno DPP: Jangan Ada Penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Jelang Munas

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik