Anies Dorong Pemberian Kesempatan bagi Warga yang Paling Membutuhkan
Anies Baswedan saat mebuka lokakarya di Balaikota DKI, Selasa.
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Bila sebuah kota bisa ramah kepada penyandang disabilitas, ramah kepada anak usia dini, ramah kepada lansia, maka otomatis kota itu akan ramah kepada semuanya.

Demikian salah satu yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika membuka lokakarya “Pertukaran Informasi yang berkelanjutan tentang Peluang Pendidikan dan Peningkatan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Masyarakat Sipil di Jakarta dan Berlin” di Balaikota Jakarta, Selasa. 

Dalam lokakarya itu  hadir pembicara dari Jerman, yaitu Prof. dr. Michael Wahl yang membagikan pengalamannya. Tamu undangan datang dari berbagai lembaga, pejabat dan ASN Pemprov DKI, serta  masyarakat umum. 

“Kita di Jakarta masih punya PR yang cukup besar dalam memfasilitasi seluruh warga. Bagaimana kota ini memberikan prioritas kepada yang paling membutuhkan. Itu yang kita dorong melalui lokakarya ini,” kata Anies.

Dikatakan, perumusan kebijakan ramah anak, orang tua dan penyandang disabilitas harus dimulai dari perubahan perspektif yang berorientasi pada kesetaraan kesempatan. 

Fungsi dari Pemprov DKI Jakarta bukan sekadar menegakkan aturan, tetapi pembuat aturan. Seluruh aturan harus ditinjau kembali agar bisa mengikuti prinsip kesetaraan mulai dari fasilitas infrastruktur keras (jalan, gedung, dan alat transportasi), sampai dengan infrastruktur lunak seperti kesetaraan dan kesempatan belajar maupun berusaha.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 2018 mulai menjalankan Peraturan Gubernur No. 1 tahun 2018 tentang menyetarakan kesempatan. Setiap rekrutmen Pemprov DKI Jakarta, kita berkewajiban untuk memberikan persentase kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan di Pemprov DKI Jakarta. Tujuannya adalah menyetarakan. Dan selama ini kita menyaksikan teman-teman penyandang disabilitas bekerja dan berkarya di Pemprov DKI dengan amat baik,” bebernya.

Anies  berharap dalam workshop ini dimanfaatkan untuk betul-betul sebuah lokakarya. Disebut lokakarya atau workshop karena kita ujungnya ingin punya karya, bukan sekadar seminar untuk mendiskusikan ide, ujungnya harus pada karya.

“Bagi jajaran Pemprov DKI yang ikut lokakarya ini, pesan saya agar membuka pikiran. Ketika dikatakan Jakarta kurang ini-itu, tidak perlu defensif. Kalau kita bisa open-minded dan menerima ide, insyaAllah Jakarta kita menjadi kota yang ramah bagi penyandang disabilitas, ramah bagi semua,” kata Anies. (lms)

Pemprov DKI Kirim 65 Satgas Karhutla, Dilepas Gubernur Anies di Monas

Sebelumnya

Anies Berkomitmen Tinggi Kembangkan Budaya Betawi dan Setu Babakan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek