Geisz Chalifah Menjawab Artis Sinetron Ari Wibowo soal Isu Usang Getah Getih
Instalasi bambu getah getih saat sebelum diganti.
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Ternyata para pembully Anies Baswedan  belum puas soal instalasi getah getih yang sempar polemik selama hampir sebulan.  Setelag dijawab dan diberikan info yang benar, gorengan itu mereda.

Tapi entah apa, muncul lagi dengan isu yang sama. Bahwa getah getih di kawasan  Bundaran HI itu dibangun dari dana APBD DKI Jakarta. Sudah dibantah bahwa itu bukan dana APBD namun masih ada yang ngotot. 

Adalah pemain sinetron Ari Wibowo dan teman-temannya yang memunculkan lagi.  Belum diketahui apa motif seorang artis layar kaca memulai reseh dengan getah getih itu. Padahal instalasi itu sudah tidak ada dan sudah diganti dengan instalasi batu. 

Ketidaktahuan si artis inilah yang membuat seorang pekerja seni yang lahir dan besar di Jakarta Geisz Chalifah kembali angkat suara. Produser Jakarta Melatu Festival (JMF) itu mengingatkan lagi Ari Wibowo.

“Jadi gini ya soal instalasi seni di bunderan HI yang kemarin ramai itu dan masih dibicarakan lagi oleh Ari Wibowo artis sinetron yang katanya pakai dana APBD, saya terangkan secara perlahan - lahan buat para pembully otak dikit agar nyandak di kepalanya,” kata Geisz dalam dialeg  Betawinya.. 

Dikatakan, instalasi seni getah getih itu tidak menggunakan dana APBD.  Singkatan APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 

“Apa itu APBD secara fungsi dan mekanismenya, nanti saya terangkan di kesempatan  lainnya,” kata Geisz lagi. 

Sedangkan pembiayaan Getah Getih,  melalui CSR.  CSR adalah Corporate Social Responsibility. CSR adalah dana sebuah perusahaan yang digunakan untuk lingkungan sosial dll. Jadi bisa bedakan ya antara dana APBD dgn Dana CSR. 

“Oke bila belum paham saya ulangi lagi ya. Saya utarakan dengan pelan-pelan dan bacanya juga pelan-pelan ya, agar masalah sederhana ini, otak anda nyandak atau bisa mengerti,” kata mantan aktivis HMI Jakarta era 80-an ini. 

Dia melanjutkan, dana APBD bermuasal dari pemerintah daerah. Sedangkan dana CSR berasal dari perusahaan.  “Sampai disini cukup jelas bedanya para kaum otak dikit?” pungkas Geisz. (lms)

Pemprov DKI Kirim 65 Satgas Karhutla, Dilepas Gubernur Anies di Monas

Sebelumnya

Anies Berkomitmen Tinggi Kembangkan Budaya Betawi dan Setu Babakan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek