PHE ONWJ Bersinergi dengan Tim Terbaik  Tangani Anjungan YYA
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) menggandeng sejumlah pihak dalam menangani peristiwa yang terjadi di Anjungan YYA yang berlokasi di Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat. 

VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Ifki Sukarya menjelaskan, PHE ONWJ berupaya optimal dalam penanganan Anjungan YYA baik untuk well control, maupun untuk menangani tumpahan minyak di offshore maupun onshore.

“Beberapa pihak memang digandeng membantu penanganan anjungan, hal ini sebagai upaya terbaik penanganan di lokasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, dan kami pastikan semua operasi penanganan Anjungan YYA di bawah pimpinan Incident Commander PHE dan dikoordinasikan dengan Incident Management Team (IMT) PHE.” jelas Ifki dalam keterangan tertulis, Kamis. 

BACA JUGA: PHE ONWJ Optimal Menahan Tumpahan Minyak Sumur YYA-1

PHE ONWJ memakai perusahaan well control kelas dunia, Boots & Coots untuk mematikan sumur YYA-1.

Perusahaan asal AS itu berpengalaman dan telah terbukti menghentikan insiden serupa, dengan skala jauh lebih besar di Lapangan Macondo, Teluk Meksiko, Amerika Serikat.

BACA JUGA: PHE ONWJ Pasang Oil Boom Sepanjang Lebih dari 5 Kilometer

Sedangkan untuk penanganan tumpahan minyak, PHE ONWJ menggandeng putra-putri terbaik Indonesia di Anak Perusahaan Pertamina, seperti Pertamina Patra Niaga, Pertamina Trans Kontinental hingga Pelita Air Services, serta Elnusa untuk penyediaan tambahan peralatan penanggulangan tumpahan minyak dan penyediaan jasa operasional di lapangan.

BACA JUGA: Pengeboran Relief Well Tembus 2.110 Meter, PHE ONWJ Tak Henti Tangani YYA-1

Ifki menuturkan bahwa Elnusa ditunjuk PHE ONWJ dalam pengadaan peralatan penanganan tumpahan minyak seperti mesin giant skimmer berikut operatornya Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk mempercepat pembersihan tumpahan minyak yang sudah menyebar.

“Untuk memastikan agar operasi penanggulangan tumpahan minyak dapat berjalan lancar, operator peralatan yang didatangkan perlu melakukan survey awal di lapangan dengan menaiki kapal. Saat ini TKA tersebut telah kembali ke negaranya dan hanya akan mulai bekerja bila peraturan termasuk izin kerja TKA telah terpenuhi,” jelas Ifki.

Lebih lanjut pihaknya memastikan TKA yang membantu operasi ini, telah mengikuti prosedur, peraturan dan perundangan ketenagakerjaan yang berlaku sehingga penanganan anjungan YYA bisa segera tuntas. (lms)

Ini Catatan Geisz setelah Ancol Meraih Penghargaan

Sebelumnya

IAIN Kendari Kaluarkan Siaran Pers, Ini Tanggapan Pengacara Hikma Sanggala

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News