Nong Niken: Jakarta Melayu Festival Adalah Rumah Melayu
Panampilan Maya KDI dan Alfin Habib di JMF 9 Ancol
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Pagelaran Jakarta Melatu Festival (JMF) makin mendapat apresiasi. Dari tahun ke tahun musik Melayu makin mendapat tempat di hati publik. Ancol th9 JMF 2019 pada Sabtu malam 17 Agustus 2019 misalnya, dihadiri 12 ribuan penonton. 

Hadir pada edisi ke-9 JMF tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dua tamu istimewa dari Kerajaan Malaysia, N Syamsuddin Ch Haesy, Ferry Mursyidan Baldan, dan sejumlah tokoh. 

Gubernur Anies Baswedan dalam sambutannya mengajak penonton memberi aplaus kepada tiga tokoh yang  berjasa dan konsisten menggelar JMF sampai kali kesembilan tahun ini. Tiga figur itu adalah Geisz Chalifah, Ferry Mursyidan Baldan, dan  N Syamsuddin Ch Haesy. 

Anies Baswedan pun mengaku bangga bisa menjadi bagian dari konser musik Jakarta Melayu Festival dari tahun ke tahun. 

Konsistensi penyelenggaraan itulah, musik Melayu makin digandrungi. Tak hanya kalangan tua, tapi juga generasi muda. Pendukung dan pengisi acarapun menaruh harapan besar melalui testimoni   berikut ini:

NONG NIKEN

JMF adalah ‘rumah’ Melayu. Kenapa? Saya tidak menemukan sebuah tempat yang diisi orang-orang cerdas dengan intelektual baik tapi juga berjiwa seni yang baik pula. Ada nilai yang dipertahankan namun ada seni yang dikembangkan. Itu yang tidak saya temukan di tempat lain. 

Sebuah tempat yang tidak pernah melihat seseorang seberapa terkenalnya dia sehingga diikut sertakan, tapi melihat sejauh apa kemampuan seni dan etikanya dalam berkesenian. 

Yang selalu saya ingat dari para pendiri JMF ini “buat apa terkenal kalau perilaku tak baik, buat apa suara bagus kalau tidak punya prinsip“.  Itu yang akhirnya membuat saya menemukan tidak hanya sekedar tempat menyalurkan ide dan suara, tapi ‘rumah’ di JMF ini. 

Tentunya harapan besar selalu ada untuk JMF, terutama lagu-lagu baru Melayu yang tidak hanya jadi PR penyelenggara,  tapi kesadaran insan pelakunya. Percayalah, jika karya itu bernilai, tidak akan kehilangan masa. Layaknya berlian, dalam lumpur sekalipun dia tetap berlian.  JMF selalu dihati, selalu dinanti. 

MAYA KDI

Sebelum saya ikut bergabung di JMF (Jakarta Melayu Festival) 2019 ini, beberapa tahun kemaren saya sudah mendengar dan menonton acara musik JMF di YouTube, yang sangat membuat saya ingin sekali terlibat dan bisa mengisi acara di JMF yg akan datang. Acaranya sangat bergengsi, Dan di acara JMF selalu menampilkan penyanyi-penyanyi Melayu yamg handal yang sudah tidak asing lagi. 

Melihat acara ini mengingat kan saya dimasa kecil, yamg sering mendengar lagu-lagu Melayu, dan mendengar alunan lagu-lagu Melayu membuat hati saya tenang dan tentram.. nyaman sekali..

Itulah alasan saya tetap menyukai musik Melayu. Saya sangat suka sekali dengan musik Melayu, semenjak kecil hingga sekarang tetap mencintai musik Melayu, dan akhirnya sekarang sudah mempunyai beberapa album atau single lagu Melayu sendiri. 

Tidak disangka akhirnya tawaran itupun datang, saya dihubungi oleh Niken yang juga sudah pernah mengisi di acara JMF dan sekarang sudah menjadi panitia di JMF.  Saya sangat senang sekali, karena akhirnya bisa mengisi di acara tersebut... 

Satu kehormatan bagi saya bisa masuk di JMF dan mengenal sosok yang sangat menjadi inspirasi bagi saya.. Yaitu pak @geisz chalifah, orang yang  sangat mencintai musik Melayu dan terus berjuang untuk tetap menggaungkan musik Melayu hingga sekarang.

Alhamdulillah banyak  pengalaman yang berharga yang saya dapatkan setelah menjadi keluarga  di JMF, saya semakin mencintai budaya Melayu.. Dan juga merasakan kekeluargaan yang samgat erat di sana, kekompakan dan saling suport satu sama lain. 

Semoga JMF (Jakarta Melayu Festival) akan terus berjalan dan abadi sepanjang masa.  (lms)

Konser Anak Rusun Segera Digelar

Sebelumnya

Saksikan Pentas Musik Klasik di Area Terbuka Monas Malam Ini, Gratis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA