Erie Suzan: Jakarta Melayu Festival Itu Indonesia Banget
Salah satu penampilan di JMF 9 Ancol
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Konser musik Ancol 9th Jakarta Melayu Festival (JMF) sukses digelar pada Sabtu malam 17 Agustus 2019 di Ancol Beach City. Konser yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu dihadir 12 ribuan penonton. Jumlah pengunjung yang luar biasa.

Even musik tahunan itu pun mendapat apresiasi dari Gubernur Anies Baswedan yang telah secara konsisten telah sembilan kali digelar oleh Gita Cinta Production. Anies sendiri menyatakan bersyukur terlibat sejak awal, sejak pertama kali JMF digelar. 

Menurut rencana, pendukung dan pengisi acara serta yang terlibat suksesnya acara JMF 9 malam ini akan memberikan testimoninya sekaligus sebagai bentuk pembubaran grup panitia.  Berikut testimoninya yang dibuat secara berseri:

ERIE SUZAN

Musik Melayu merupakan akar dari musik dangdut yang saya tekuni selama 27 tahun berkarir dalam industri musik Indonesia. Berawal dari pengetahuan tentang musik Melayu melalui dangdut semakin menambah rasa keingintahuan saya untuk lebih dalam mengenal tentang musik melayu yang sesungguhnya.
 
Melalui karya   Bapak Said Effendy, M. Mashabi, Juhana Sattar, saya mulai intens mendengarkan baik lirik maupun aransemen musiknya. Secara aransemen musiknya begitu sederhana tapi memiliki jiwa dan  secara lirik begitu puitis namun tetap mudah untuk dipahami. Sarat dengan kejujuran dan  realita, serta pesan moral yang disampaikan dengan santun dengan alunan notasinya yang begitu syahdu. 

Melalui lirik itu pula yang membuat lagu melayu begitu indah, hidup dan bernyawa sehingga dapat membuai setiap pendengarnya. Semakin sering mendengarkan dan mempelajarinya, semakin saya jatuh cinta. 

Tahun 2017 merupakan awal di mana saya mendapatkan tawaran untuk didaulat sebagai salah satu pengisi acara dalam sebuah acara gerakan budaya tahunan,  yaitu “Jakarta Melayu Festival”, di mana saat itu sudah merupakan tahun ke tujuh JMF berjalan. Perasaan campur aduk antara gembira sekaligus skeptis. 

Gembira karena pada akhirnya punya kesempatan untuk dapat menyanyikan lagu-lagu Melayu yang selama ini saya dengarkan dan  pelajari. Skeptis karena saya berbeda keyakinan dengan mayoritas pelaku maupun penikmat musik Melayu yang muslim. 

Dangkal memang pemikiran saya saat itu hanya karena kekhawatiran pribadi, karena sejatinya dalam seni tidak berkaitan dengan apa keyakinanmu? Darimana kamu berasal? Apa latar belakang keluarga maupun pendidikanmu? atau hal-hal yang lain. 

Seni itu indah dan  tidak terbatas. Terlebih jika didasari oleh norma dan adab. Bersyukur ternyata kehadiran saya diterima dengan begitu baik, hangat dan penuh kasih dalam keluarga besar JMF. 

Setara dan tidak ada perbedaan, hal itu yang membuat saya merasa begitu nyaman berada di antara orang-orang yg luar biasa hebat dan berdedikasi dalam bidangnya.

Berlanjut ditahun berikutnya, dalam perhelatan JMF ke-8 tahun 2018 saya masih menjadi bagian dalam kapasitas sebagai pengisi acara. Happy? Pasti! 

JMF memberi kesan yang begitu dalam buat saya. JMF bukan hanya sebuah gerakan budaya, tapi juga merupakan gerakan kesadaran bagi setiap anak bangsa untuk semakin mengenal arti Melayu yang sesungguhnya sebagai akar dan dasar dalam pola berfikir, bertingkah serta berperilaku dalam kehidupan berbangsa.  Intinya buat saya pribadi, Jakarta Melayu Festival itu “Indonesia banget!” (lma)

Saksikan Pentas Musik Klasik di Area Terbuka Monas Malam Ini, Gratis

Sebelumnya

Jakarta Melayu Fesival Memberikan Kesan yang Tak Terlupakan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA