Pengeboran Relief Well Tembus 2.110 Meter, PHE ONWJ Tak Henti Tangani YYA-1
Pihak PHE menjelaskan progres penanganan sumur YY-1 yang mengakibatkan tumpahan minyak di laut dan pantai.
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Upaya maksimal menutup sumur YYA-1 di Laut Utara Jawa, terus dilakukan oleh Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ).
 
Saat ini pengeboran relief well YYA-1RW, telah menembus kedalaman 6.924 feet atau  2.110 Meter.
 
VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) , Ifki Sukarya menyampaikan, “PHE ONWJ berupaya optimal, agar secepatnya dapat menutup sumur YYA-1 agar tidak lagi menumpahkan minyak,” ujar Ifki Sukarya di Kantor PHE, Senin (26/8/2019).

BACA JUGA: PHE ONWJ Pasang Oil Boom Sepanjang Lebih dari 5 Kilometer

Ifki menambahkan, saat ini pengeboran sumur YYA-1RW berada di tahap locate atau mencari lubang dan menemukan lubang sumur YYA-1.
 
Setelahnya baru dipompakan lumpur berat ke dalam sumur baru dengan tujuan mematikan sumur YYA-1.
 
Setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati akan dilakukan monitoring selama 24 jam penuh sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen.  
 
PHE ONWJ memakai perusahaan well control kelas dunia untuk mematikan sumur YYA-1 itu yakni Boots & Coots. 

BACA JUGA: Tangani Tumpahan Minyak YYA-1, PHE ONWJ Bor Sumur Baru Relief Well

Perusahaan asal AS itu berpengalaman dan telah terbukti menghentikan insiden serupa sumur YYA-1, dengan skala jauh lebih besar di Teluk Meksiko.

 
Sementara itu, proses kompensasi warga terdampak terus berjalan. Setelah proses pengumpulan data dilapangan kini proses verifikasi terus dilakukan.
 
Proses verifikasi ini, dibantu oleh sejumlah institusi seperti KKP, KLHK, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota, dan Tim Kompensasi Pemerintah Daerah.
 
Setelah proses verifikasi dinyatakan selesai, tahapan selanjutnya adalah tahapan penilaian perhitungan, dan diakhiri dengan proses pembayaran cashless.
 
Ifki menegaskan, dalam pembayaran kompensasi tidak ada pihak yang dirugikan. (lms)

Lagi, Jakarta Raih Penghargaan Dunia dari Ajang STA 2020

Sebelumnya

Ini Kronologi Meninggalnya Bupati dari PDIP Usai “ML” di Kamar Hotel

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News