Petarung Itu Hadir Membawa Data,  Membawa Akal Pikiran
Anies Baswedan
KOMENTAR

Oleh: Geisz Chalifah

DIA  datangi forum itu di mana di situ kaum  pembully  hadir  dengan penuh kedengkian. Bahkan sudah berniat membully yang secara eksplisit mereka katakan di dalam ruangan sebelum acara dimulai. 

Para pembully bicara dengan mengatasnamakan kritik dan memberi pembenaran bahwa yang mereka lakukan bukan membully melainkan kritik. 

Tapi sayang mereka mengkritisi kebiijakan yang dikarang karangnya sendiri oleh imajinasinya sendiri. 

Petarung hadir dengan membawa pikiran rasional dengan data-data faktual.  Kaum Pembully memandang dengan kebencian tak mampu melawan data tak mampu melawan pikiran - pikiran argumentatif dari sang petarung. 

Bila saja dia mau,  bila saja dia tak rendah hati, bila saja dia punya jiwa keangkuhan seperti para pembully yang mengedepankan kedengkian sok mempermalukan orang lain, maka malam itu,  mereka akan dijawab satu persatu dengan data yang dia miliki. Tak  sekadar bermodal asumsi seperti para pembullynya,  lalu mempermalukan mereka semua, mengeruhkan muka mereka di muka umum. 

Karena data yang dia miliki jauh lebih valid jauh lebih bisa dipertanggungjawabkan  lalu menunjukkan kedunguan mereka secara gamblang. 

Tapi sang petarung tak melakukannya, dia tak membalas bullly-an dengan bully-an beserta data-data yang dimiliki.

Dia hanya datang hanya menunjukkan  tiga contoh yang sudah dilakukan, transportasi yang terintegrasi dan mendapat apresiasi dunia lalu kestabilan harga bahan pokok dengan pengendalian Inflasi terbaik yang mendapat apresiasi dari Bank Indonesia. 

Selanjutnya memberikan ruang bagi pengendara motor agar gerak ekonomi dari jalan sudirman tersambungkan pada industri rumahan.

Dari sejak dia bicara kalimatnya clear, sistimatikanya jelas.  Sang petarung tak perlu mengatakan dia cerdas, sebagaimana langit tak perlu mengatakan dia tinggi. Semua tertampakkan dengan gamblang. Hingga  Rocky Gerung berkata Anies adalah Gubernur Akal. 

Jika saja pembully itu punya akal pikiran mereka akan malu  tapi seperti biasanya kaum pecundang tak akan mengakui kedunguan yang sudah mereka kemukakan, karena ternyata secara data mereka salah.  

Siapa Bilang Presiden Jokowi Tidak Punya Uang?

Sebelumnya

Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Gelitik