Anies: Saya Menjawab Kata-Kata dengan Karya-Karya
Gubernur Anies Baswedan di ILC
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta —  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab singkat kritikan terhadap dirinya dengan sekali bicara. Itu terjadi tadi malam sampai dinihari tadi di Forum ILC TVOne.

Anies yang datang di sesi akhir Indonesia Lawyers Club itu seperti membungkam pro dan kontra dari nara sumber sebelumnya. Haji Lulung, mantan gunernur Sutiyoso,  Mardani Ali Sera, Eep Saifullah, Effendy Gazali, dan Rocky Gerung sampai mengangguk-angguk dan memberi aplaus.

Sedangkan Rian Ernes, Adian Napitupulu, dan Ferdinan Hutahaean seperti terdiam setelah dalam narasinya mengeritik kinerja Anies Baswedan.  

Memang forum ILC semalam mengambil tema seksi: “Anies Baswedan dalam Pusaran Bully”.  Pengeritik Anies dihadirkan, pakar Tata Kota dihadirkan, mantan gubernur di hadirkan. Si Akal Sehat Rocky Gerung, pengamat Eep Saifullah dan Effendy Gazali pun hadir.
 
 Anies dengan narasi yang terstruktur menjelaskan filosofinya memimpin Jakarta.  Dia meminta pada pengeritiknya untuk mencermati dan menyimak janji-janjinya saat Pilkada 2017. Janji itu tercatat, ada 23 secara garis besarnya.
 
 “Pertama saya tidak menghadapi Pilkada bulan depan.  Kami ini bekerja lima tahun dan janji yang kami buat insha Allah kami laksanakan dan janji itu dibuat untuk durasi lima tahun,” katanya mengawali paparannya.
 
 

Meski Anies  menyatakan akan fokus menyelesaikan tugas di Jakarta, namun dia sekarang ini ditarik-tarik untuk Pilpres 2024. Sejak debat Pilkada 2017 pun sudah ditanya moderator apakah akan maju di Pilpres 2019? 
 
“Lima tahun lalu, saya belum menjadi gubernur,  saya baru menjadi calon Gubernur sudah ditanya apakah mau ikut Pilpres 2019.  Saya katakan tidak. Saya akan konsisten laksanakan tugas di Jakarta, dan saya katakan saya tidak ikut. Dan itu  saya katakan ketika hari ini juga ada pertanyaan seperti itu untuk 2024,” kata Anies.

Anies mengatakan dirinya konsisten fokus membangun Jakarta. Anies mengaku telah membuktikan ketika ada tawaran untuk ikut kompetisi national. Dia konsisten menunaikan tugas yang menjadi  janjinya.

Mantan Mendikbud ini  mengatakan, janji itu tertulis. Ke-23 janji itu bukan Imajinasi, mohon dibaca.  Jangan membuat Imajinasi sendiri lalu kemudian mengukur sendiri, nanti kehilangan objektifitas. 

“Lihat janjinya apapun masalahnya dari mulai soal perumahan,  transportasi sampai soal reklamasi.  Janji ya dibaca dulu sebelum kita mengatakan menepati atau tidak menepati.  Ini saya sampaikan karena kami insha Allah kami selesaikan,” beber Anies. 

BACA JUGA: Ketua METI: Kebijakan Anies Baswedan Diapresiasi Dunia

Anies sempat menjawab kritikan terkait pencabutan larangan kendaraan motor masuk ke jalur Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan MH Thamrin.  Larangan itu adalah produk gubernur sebelumnya namun Anies mencabut dan mendapat kritikan. 
 
 “Kita tahu bahwa di kawasan itu kendaraan roda dua membantu perekonomian. Makanan di antar pakai motor, barang pesanan, dan lain-lain juga menggunakan roda dua. Jika motor dilarang lewat, maka perekonomian bisa terhambat,” katanya.
 
Itulah yang dimaksud Anies membangun dengan gagasan. Dengan prioriras. Membangun transportasi misalnya ada konsepnya, ada urutannya dan ada prioritasnya. Yaitu konsep integrasi. 

 “Urutannya dimulai dari pertanyaan. Apa alat transportasi yang dimiliki oleh hampir setiap orang? Mayoritas akan bilang sepeda motor.  Bukan. Alat transportasi yang dimiliki semua orang adalah kaki.  Karena itu yang harus dibangun pertama adalah nomor satu pejalan kaki, nomor dua adalah kendaraan bebas emisi,  ada sepeda, ada kendaraan listrik,  yang ketiga adalah kendaraan umum, dan   keempat baru kendaraan pribadi,” bebernya.

BACA JUGA: Skak Mat Anies Baswedan Bikin Malu Bestari Barus

Dikatakan, pemprov DKI  ingin membangun kota yang maju, yang lestari, yang warganya berbudaya,  warganya terlibat membangun keberadaban. Membangun  untuk  keadilan dan kesejahteraan. Hasilnya nanti ada dalam bentuk barang yang terlihat ada yang dalam bentuk barang yang tidak bisa melihat.

“Saya saat ini tidak dalam posisi untuk menjawab kata-kata dengan kata-kata.  Tugas saya sekarang adalah menjawab setiap kata-kata dengan karya-karya saya,” ujarnya. 

 Transportasi umum di Jakarta dibangun secara bertahap. Anies  ingin mengintegrasikan melalui  JakLinko. Lantas, apakah selama ini transportasi kita  sudah  terintegrasi? Belum. Karena masih dalam proses pengintegrasian.
 
 Gubernur DKI Jakarta ini tak hanya bicara konsep, tapi juga data dan fakta. Misalnya volume  penumpang kendaraan umum. Penumpang kita 145 juta. Tahun 2018  meningkat menjadi 190 juta. Bertambah  4-5  juta dalam satu tahun.
 
  “Tahun  2019 diproyeksikan akan mencapai angka 260 juta  dari 145 juta dalam waktu dua tahun.  Doakan lima tahun angkanya akan jauh lebih tinggi lagi,” kata Anies. (lms)

Pemprov DKI Kirim 65 Satgas Karhutla, Dilepas Gubernur Anies di Monas

Sebelumnya

Anies Berkomitmen Tinggi Kembangkan Budaya Betawi dan Setu Babakan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek