Anies Apresiasi Kaum Muda Mau Terlibat di Musik  Melayu
Anies Baswedan didampingi Geisz Chalifah saat jumpa pers, Selasa sore (13/8/2019).
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mendorong pelestarian budaya dan musik Melayu. Dia pun mengapresiasi ada kaum muda yang punya minat dan  beketerlibatan besar pada musik Melayu. 
 
 Anies Baswedan mengatakan hal itu dalam jumpa pers jelang konser musik Jakarta Melayu Festival (JMF) ke-9 di Balaikota DKI Jakarta Selasa sore (13/8/2019).  JMF ke-9 akan digelar pada 17 Agustus 2019 pukul 19.00 WIB di Ancol Beach City Jakarta.
 

Hadir dalam jumpa pers mendampingi Anies antara lain Produser Jakarta Melayu Festival Geisz Chalifah, Ferry Mursyidan Baldan, dan sejumlah pendukung serta artis pengisi acara. 
 
 “Saya secara khusus mengapresiasi kepada generasi muda, generasi baru yang aktif terlibat dalam musik Melayu. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi saya percaya, insya Allah mereka akan mengembangkan musik Melayu untuk regenerasi. Karena musik Melayu tidak hanya dilestarikan,  tapi juga dikembangkan,”  kata Anies di  Balaikota Jakarta, Selasa sore. 
 
 Dikembangkan,  menurut Anies, adalah diberi nuansa-nuansa baru. “Itulah harapan kita, insya Allah akan berkembang sebagaima harapan kita semua,” katanya. 
 
 Produser JMF Geisz Chalifah

Produser JMF yang juga pendiri Gita Cinta Production Geisz Chalifah mengatakan posisi Anies Baswedan di JMF ini bukan karena sebagai Gunernur DKI. Tapi sejak Anies adalah yang menginisiasi dan menjadi figur dalam event tahunan ini.

 “Sejak awal Pak Anies Baswedan sudah  sudah terlibat dalam pelaksanaan Jakarta Melayu Festival ini,” kata Geisz di tempat yang sama. 

 
 

Anies Baswedan mengaku bangga karena konsistensi dari pelaksanaan JMF dari tahun ke tahun. Tahun ini, kata dia, adalah tahun ke-9. Dan semoga ini berlanjut terus.
  
  “Kita ingat bagaimana di awal-awal Jakarta Melayu Festival ini kita laksanakan.  Kini alhamdulillah terlaksana secara konsisten. Karena itu, kami mengundang  datang menyaksikan Jakarta Melayu Festival di Ancol pada 17 Agustus 2019,” kata Anies.
  
  Sebelumnya, dalam pertemuan tertutup dengan pengisi dan pendukung acara sebelum jumpa pers, Anies menjelaskan visi Jakarta tentang ekosistem berkebudayaan dan berkeseian. 
  Anies mengatakan, kita ingin Jakarta bisa menjadi salah satu pusat berkumpulnya seniman budayawan kelas dunia.  Dan samua itu harus dibangun ekosistemnya.

Ekosistem kebudayaan di mana negara harus hadir memfasilitasi ekosistemnya. 
 
 “Ekosistem itu tidak mungkin dibiayai tanpa hadirnya negara. Karena ini semua never for profit. Ini semua edutainsible, sehingga negara harus mengongkosi,” kata Anies.
 
 Tapi efek dari timbulnya sebuah ekosistem kebudayaan sinergi sehat, itu akan lahir generasi  baru seniman budayawan lintas waktu. Karena yang dibangun ekosistemnya. 
 
 “Kalau ekosistemnya tidak dibangun, maka di periode tertentu dia hidup diperiode lainnya mati, karena yang dibangun bukan ekosistemnya,” kata Anies. ​(lms)

JMF ke-9 Sukses karena Ada Pesan Keadilan dan Kesadaran Komunal

Sebelumnya

Anies Bangga Menjadi Bagian dari Jakarta Melayu Festival

Berikutnya

KOMENTAR ANDA