Kepastian Maju Pilkada Tangsel,  Sandi Serahkan kepada Sang Istri
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Istri Sandiaga Uno, Nur Asia, belum memastikan kesediaannya untuk maju bertarung di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).  Mpok Nur masih mikir-mikir untuk menutuskan maju. 

Sandiaga Uno yang  berjanji akan membicarakannya dengan sang istri mengatakan Mpok Nur senyam senyum saja saat ditanya. 

“Saya tanya beliau, beliau senyum-senyum terus. Jadi saya gak bisa masuk ke conversation yang lebih mendalam.  Tapi mungkin dalam seminggu ke depan saya akan tanya dia lagi,” kata Sandiaga di Senayan, Kamis (8/8/2019).

Pekan lalu Sandiaga berjanji akan membicarakan dengan sang istri kemungkinan maju atau tidak. Itu dikatakan Sandi  soal dukungan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Achmad kepada Nur Asia. 

Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Mpok Nur memiliki banyak penggemar di Tangsel, khususnya emak-emak yang tercermin dalam Pilpres 2019 lalu. Karena itu, Mpok Nur berpeluang bersaing dengan Siti Nur Azizah Ma’ruf.

“Soal kapasitas dan kapabilitas, Nur Asia Uno tidak diragukan untuk memimpin Tangsel ke depan,” kata anggota Komisi III DPR itu, Rabu pekan lalu. 

Jika Nur Asia benar-benar maju, maka Pillada Kota Tangerang Selatan akan menjadi pertarungan srikandi antara Nur Asia Sandi Uno dengan Nur Azizah Ma’ruf Amin yang sudah duluan menyatakan maju.

Nah, jika keluarga Ratu Atut juga maju maka kontestasi di Pilwalkot Tangerang Selatan itu makin menarik. Namun sampai hari ini baru Nur Azizah yang menyatakan siap. Bahkan baliho putri keempat cawapres terpilih Ma’ruf Amin itu sudah tersebar di Tangsel. 

 Nur Asia Uno yang sudah dikenal luas publik Indonesia itu belum menentukan sikap. Menurut Sandiaga, dirinya sudah bertanya, namun masih pikir-pikir. 
 
“Karena waktu saya masuk politik dia juga bilang begitu. Dulu waktu kamu masuk politik kamu banyaknya mikirnya sendiri sama teman-teman kamu,” kata Sandi. 

Namun Sandi mengatakan  diskusi ini masih terus jalan. Seperti apa nanti  diserahkan ke Nur Asia. Sebab dia tidak ingin membatasi  karir dia.  Kalau dia memang dapat panggilan dari warga dimana pun yang dirasakan memberikan manfaat, tentu akan diputuskan.

“Saya ingin memberikan keleluasaan beliau untuk berpikir, berkonsultasi tentunya dengan penasihat penasihatnya.  Abis itu nanti ujung-ujungnya kita harus putusin besama,” kata Sandi. (lms)

Tiga Point Penting Pidato Prabowo di Rapimnas Gerindra

Sebelumnya

Geisz: Mereka Ingin Meng-Anas-kan Anies

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik