Ketua METI:  Kebijakan Anies Baswedan Diapresiasi Dunia
Silaturahmi UMA dengan Gubernur Anies Baswedan, Rabu sore (7/8/2019).
KOMENTAR

TILIK.id, Jakarta — Ketua Umum Masyarakat Energi Baru dan Terbarukan Indonesia (METI) Dr Ir Surya Darma memberi apresiasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengurangi polusi udara di DKI Jakarta. 
 
 Surya menilai, tak hanya dalam negeri yang memberi apresiasi, tapi juga dunia Internasional. Selain diapresiasi oleh pemerhati lingkungan, juga oleh kalangan energi dunia.
 
 Salah satu cara untuk menguragi polusi udara adalah  perluasan pemberlakuan ganjil genap, meski tak semua polusi udara itu disebabkan oleh kendaraan bermotor. 
 
 Menurut Surya Darma, Jenis-jenis kendaraan yang tidak dibatasi seperti kendaraan tenaga listrik akan sangat membantu masalah-masalah energi Indonesia dan global.
 
Pernyataan Surya Darma itu disampaikan saat Perkumpulan UMA (Usaha Memajukan Anakbangsa)  bersilaturahmi dengan Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Rabu sore (7/8/2019). UMA dipimpin Ketuanya Ir Tigor Sihite dan Hanifah Husein. 

Hadir dari UMA pada pertemuan itu antara lain Syamsuddin Ch Haesy, Ir Lilik Muflihun, Asnawi Hamid, Awad Bahasowan, dan Syahrir Lantoni.  

Menurut Surya Darma, kebijakan Anies itu persis seperti apa yang diharapkan dunia. Surya memantau respons kebijakan Anies itu berdasarkan informasi yang diterimanya dari lembaga dunia dan koleganya sesama pemerhati energi  global. 

“Mereka mengatakan energi bersih itu seperti apa yang diharapkan dunia. Karena dunia mengharapkan adanya perubahan dengan menyebutnya transisi energi,” kata Surya Darma. 

Pada 2038 mendatang, kata lulusan ITB ini, negara-negara dunia seperti Jerman akan mengganti energi fosil ke energi terbarukan, energi bersih.  Namun bagi Indonesia masalahnya tidak sesederhana itu. Mustahil bisa mengganti energi terbarukan. 

“Kalau kita melihat konsumsi energi di Indonesia, lebih 60 persen energi yang digunakan adalah energi yang tidak terbarukan,” kata Surya Darma. 

Akan tetapi, ada peluang yang signifikan   jika dalam beberapa tahun sebelum 2025 kalau upaya mengganti ke energi bersih tidak dilakukan secara sporadis. 

“Instruksi gubernur yang tanggal 1 kemarin itu sangat diapresiasi. Bukan hanya dari kalangan dalam negeri, tapi juga intenasional. Karena di dalamnya ada konten-konten yang menyangkut transisi energi,” kata Surya Darma. 

Hanya, kata Surya Darma, kita di Indonesia, terkendala dua hal. Di satu sisi harus memenuhi energi untuk masyarakat dengan harga yang murah. Sementara di sisi lain ingin menuju transisi energi itu.

“Nah di mana peran DKI yang bisa dilakukan karena kalau dikatakan  transportasi   70 persen  kontribusi terhadap polusi udara, tapi kami tidak yakin. Lebih banyak penyebabnya karena PLTU batubara,” ujar Surya Darma. 

Dia mengatakan, ketika dua hari listrik padam, kualitas udara Jakarta itu jauh lebih baik. Tapi terlepas dari itu, DKI akan menjadi ikon energi bersih.

Apa upaya-upaya untuk mengurangi polusi itu? Surya mengatakan, salah satu di antaranya yang dikatakan Gubernur harus menggunakan transportasi umum dan kendaraan elektrik  sebagai salah satu solusi, namun kalau masih menggunakan listrik dari pembangkit batubara, tidak akan menyelesaikan masalah. 

“Energi matahari cukup bagus untuk mengganti energi batubara. Ini adalah salah satu prospek yang luar biasa. Paling tidak, dengan memasang panel solar di gedung-gedung pemerintah DKI maka ini sudah menjadi moment menjadikan Jakarta bersih,” katanya. 

 

Cara tang kedua, kata Surya Darma adalah dari sampah. Sampah bisa menjadi sumber energi bersih dengan pengelolaan yang sesuai tujuanya.  Bukan dikelola untuk mendapatkan income.
 
 Merespons itu, Anies Baswedan menyapaikan terima kasih bisa sharing masalah energi. Anies mengatakan untuk energi matahari Pemprov DKI telah sampai pada tahap prepare.
 
 “Sedangkan untuk pembatasan kendaraan, regulasinya di tingkat pusat. Tapi untuk  kendaraan elektrik roda dua, akan kami berlakukan ganjil genap juga. Jika akan beralih ke kendaraan listrik, kita mau tau dulu kesiapan industrinya. Jangan sampai industri motor tidak siap suplainya,” kata Anies. (lms)

Lima Unit Kerja Pemprov DKI Dapat Anugerah Wilayah Bebas dari Korupsi

Sebelumnya

Ini Rencana Anies Revitalisasi Trotoar di DKI Jakarta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek