Sekjen KAHM: Perpindahan Ibu Kota Hendaknya Mengubah  Mindset dari Jawa Sentris ke Indoneia Sentris
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro (tengah) saat menerima MN KAHMI, Senin (5/8/2019).
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Sekretaris Jenderal
(Sekjen) Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasuswa Islam (KAHMI) Manimbang Kahariady menegaskan, wacana pindah Ibu kota harus menjamin  terwujudnya pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. 

Selain itu, pemindahan Ibu Kota juga hendaknya mengubah minset dari Jawa Sentris ke Indonesia Sentris.  Untuk itu selain dukungan politik dari segenap elemen bangsa. 

“Untuk tujuan itu, diperlukan kontribusi pemikiran yang komprehensif bagi sukses rencana dimaksud,” kata Manimbang. 

BACA JUGA: Ini Pernyataan KAHMI atas Tragedi Kemanusiaan 21-22 Mei

Manimbang mengatakan  hal tersebut usai beraudiensi dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Bambang S.Brodjonegoro di Ruang Utama Kantor Bappenas, Taman Suropati Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). 

Audiensi tersebut dalam  rangka  Rakornas II MN KAHMI yang menurut rencana akan digelar di Balikpapan Kalimantan Timur akhir bulan ini.

BACA JUGA: Menyahuti Kondisi Terkini Usai Pemilu, KAHMI Keluarkan Pernyataan

Hadir pada audiensi tersebut, presidium MN KAHMI Sigit Pamungkas, Bendahara Umum Nasir Biasane, Sekjen Manimbang Kahariady, Lelly Pelita MSi, Ketua SC Rakornas II  Dr.Arif Budimanta, Ketua OC Rakornas Sabaruddin, beserta pengurus MN KAHMI lainnya.

Lebih lanjut Manimbang menegaskan, KAHMI memberikan perhatian dan dukungan nyata atas argmen dan urgensi perpindahan ibu kota yang disampaikan pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan ke wilayah Indonesia bagian Timur. 

BACA JUGA: KAHMI Sampaikan Poin-Poin Deklarasi Jambi

Juga untuk mengubah mind-set pembangunan dari Jawa Centris menjadi Indonesia Centris. Untuk itu jelas Manimbang, KAHMI akan mengawal tekad dan semangat pemerintah tersebut yang akan  disampaikan dlm bentuk pemikiran yang kongkrit dan komprehensif, dengan melibatkan aparat KAHMI di seluruh Indonesia. 

“Kami akan menggelar dialog publik dalam rangkaian kegiatan Rakornas II yang akan berlangsung dari  tanggal 30 Agustus sampai dengan  1 September di Balikpapan, Kaltim.,” kata Manimbang lagi. 

Menurut Manimbang, perpindahan ibu kota, menyangkut masalah yang sangat penting dan strategis.  Selain memerlukan anggaran yang sangat besar, juga menyangkut banyak aspek yang memerlukan pemikiran yang menyeluruh,   agar tahapan-tahapan yang dilakukan berkualitas dan berkesinambungan. 

Karena itu, lanjutnya, forum Rakornas, diharapkan menghasilkan pemikiran yang cerdas, untuk menjadi rekomendasi MN KAHMI terkait pemindahan Ibu Kota. 

“Agenda penting pada Rokornas adalah Sessi dialog, bertemakan Urgensi dan Implementasi perpindahan Ibu Kota, dengan pembicara kunci Menteri PPN /Kepala Bappenas,“ ujarnya.

Rakornas II MN KAHMI di perkirakan akan diikuti sebanyak  850 perserta yang terdiri dari Majelis Nasional KAHMI, Majelis Nasional FORHATI, Majelis Wilayah dan Daerah KAHMI seluruh Indonesia  Indonesia. (lms)

Cerita Perayaan HUT RI dengan Gowes Bareng di Lereng Ciremai

Sebelumnya

Di Bawah Laut Ternate, Pertamina Kibarkan Merah Putih

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional