Friksi di Internal Koalisi Jokowi  Terkait Investasi dan Prasangka Politik
Prabowo-Mega dan Paloh-Anies
KOMENTAR

TILIK.ID, Kupang — Friksi yang terjadi di internal koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dinilai sebagai akibat kemandekan negosiasi terkait investasi politik.  Itu dipicu juga oleh diajaknya Prabowo untuk rekonsiliasi. 

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, M.Si. mengatakan hal tersebut menanggapi ’pecahnya’ koalisi kubu Jokowi. 

Friksi dimulai ketika parpol koalisi Jokowi menggelar pertemuan  ketua-ketua parpol tanpa PDI Perjuangan. Langkah itu dibalas oleh Megawati dengan mengundang Prabowo ke Teuku Umar. Di di saat yang sama, Surya Paloh mengundang Anies Baswedan ke markas NasDem. 

Menurut Atang, friksi juga terlihat saat Kapitra Ampera dari PDIP menyinggung pernyataan  Akbar Faizal dari Partai NasDem di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TVOne Selasa malam. 

Saat itu  Kapitra yang berharap NasDem menjadi oposisi sesungguhnya  setelah mendengar ucapan politikus Partai NasDem Akbar Faizal pada saat acara diskusi di ILC pada hari Selasa (30/7).

“Saya sangat terkejut ternyata NasDem lagi menyiapkan diri untuk jadi oposisi yang sesungguhnya, bahasa-bahasa yang dikeluarkan saudara saya ini (Akbar Faizal) tadi itu adalah bahasa-bahasa oposisi dan lebih baik keluar dari koalisi itu lebih bagus,” katanya.

Kedua, dia memperkirakan Partai NasDem takut ketinggalan sehingga kegundahan itu muncul ke permukaan bahwa dia akan takut kehilangan.

“Inilah yang membuat sedih. Ya, mudah-mudahan NasDem jadi oposisi sesungguhnya,” kata Kapitra.

Ahmad Atang menambahkan bahwa kondisi ini tercipta karena adanya prasangka politik yang menimbulkan jarak di antara sesama partai koalisi.

Friksi ini menjadi diskursus publik karena langkah politik antara kubu Tengku Umar dan Gondangdia. Panggung depan itu, menurut dia, yang menjadi konsumsi publik.

“Jadi, yang membuat friksi menurut saya bisa jadi karena adanya kemandekan negosiasi terkait investasi politik,” kata Ahmad Atang. (lms)

PKB Sukses di Pemilu, Muhaimin Terpilih Lagi di Muktamar Bali

Sebelumnya

Megawati Ketua Umum PDIP Lagi, Dikukuhkan di Sidang Pertama Kongres

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik