Dikecam Pendukung,  Ini  Pernyataan Prabowo di Akun Instagramnya
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Prabowo Subianto mendapat kecaman pendukungnya pasca pertemuannya dengan Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus sampai Senayan, Sabtu (13/7/2019).  Bukan pertemuannya yang dikecam, tapi pernyataannya yang mengakui Jokowi dan  mengucapkan selamat bekerja kepada Jokowi.

Makna ucapan selamat itu dianggap Prabowo telah melegitimasi kecurangan yang mengalahkannnya di Pilpres. Lebih kasar lagi bahwa Prabowo sudah “menyerah”, sementara pendukungnya tak henti-hentinya melawan kecurangan. 

BACA JUGA: Membully Prabowo

Menurut pendukung Prabowo, pemberian ucapan selamat itu terlalu prematur juga. Seharusnya ucapan selamat itu lebih tepat saat Jokowi dilantik. Bukan pada pertemuan informal yang disetting untuk mendapatkan legitimasi. 

Prabowo dianggap sudah kehabisan opsi untuk melawan kecurangan. Semua saluran telah dimenangkan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah berjuang  bersama rakyat. Namun setelah pengakuan itu, Prabowo seperti sudah kehilangan simpati rakyat pendukungnya.

BACA JUGA: Ini Tanggapan Kampret atas Pertemuan Jokowi-Prabowo: Selamat Tinggal Prabowo

Ijtima ulama yang dimotori Persaudaraan Alumni 212 adalah pendukung yang bersuara keras. Bahkan menyatakan meninggalkan Prabowo. 

 Merasa dianggap penghianat,  ketua umum Partai Gerindra  itu membuat pernyataan di akun medsosnya dengan narasi normatif.  Narasi itu menyatakan telah mengabdikan hidupnya dan berjuang untuk bangsa dan negara. Karena itu, dirinya menyatakan tidak akan tawar menawar dengan nilai-nilai perjuangan yang dimilikinya. 

BACA JUGA: Prabowo Dikecam Parabowo Dipuji

 Postingan pernyataan itu dilengkapi dengan gambar ilustrasi karya @evysdwsigno di mana Prabowo di atas kendaraan  kemudian dikelilingi puluhan ribu massa.  

BACA JUGA: MRT Lebak Bulus, Akhir Sebuah Perlawanan?

Berikut kutipan lengkap pernyataan Prabowo lewat akun @PrabowoSubianto: 

Seluruh hidup saya telah saya persembahkan kepada kepentingan Bangsa dan Republik Indonesia. Saya tidak akan pernah tawar-menawar terhadap cita-cita dan nilai yang saya pegang yaitu Indonesia yg merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Indonesia yang berdiri diatas kaki kita sendiri. Rakyat Indonesia yang menikmati hasil kekayaan dari Indonesia sendiri. Indonesia yang utuh dari Sabang sampai Merauke, Bhinneka Tunggal Ika yang berdasarkan UUD 45. 
Wassalamualaikum Wr. Wb

(lms)

Pak Tom dan HMI di Tengah Ancaman PKI

Sebelumnya

Selamat Jalan Mas Tom, Tokoh HMI Era Pergerakan Mahasiswa 1965-1966

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional