Anies, Anak Bangsa Yang Mendunia
Tony Rosyid
KOMENTAR

Oleh: Tony Rosyid
(Pengamat politik dan Pemerhati Bangsa)

SUDAH  lama sekali, kami merindukan ada tokoh politik Indonesia yang bisa tampil di forum internasional. Dulu tokoh politik seperti Sukarno, Hatta, Agus Salim, Sjahrir, Natsir, Adam Malik ataupun Soedjatmoko adalah contoh tokoh-tokoh politik yang dihormati di gelanggang dunia.

Kini Indonesia beruntung, ada seorang Gubernur di DKI Jakarta yang bisa membawa nama baik bangsa kita dan dihormati di forum-forum global. Namanya Anies Baswedan. Dia sudah berada di arena global jauh sebelum jadi Menteri ataupun Gubernur. Lihat saja track recordnya.

Tapi lihat apa yang para jurnalis dan tim redaksi, khususnya media online, lakukan pada dia. Beramai-ramai menyerang, lihatlah beritanya: sinis pilihan fotonya, framing negatif beritanya. Seakan jangan sampai ada anak bangsa yang membanggakan di gelanggang internasional. 

Bukankah Indonesia perlu mewarnai dunia di semua bidang, mulai dari budaya, seni, keilmuan hingga politik? 

Saat ini, kami sedang bangga melihat ada tokoh politik bisa membagikan pengalaman di Jakarta dan Indonesia untuk dunia. Dan pada saat yang sama kami malu membaca media domestik dan online kita justru menuliskan dengan nada sinis, negatif dan seakan rabun dunia. 

Umumnya politisi Indonesia pergi ke luar negeri memang sekadar studi banding, ephumismenya jalan-jalan, sementara tokoh seperti Anies Baswedan justru ke luar negeri untuk memberi ceramah, untuk membuat dunia mengerti tentang Jakarta dan Indonesia dan ikut kontribusi untuk kemajuan dunia. Beda sekali ! 

“Ikut melaksanakan ketertiban dunia” itu amanah Pembukaan UUD 1945, sudah saatnya Indonesia ‘kembali’ tampil di forum dunia, seperti masa awal kemerdekaan saat tokoh-tokoh nasional adalah juga tokoh Asia dan tokoh dunia.

Sekadar harapan saja untuk para jurnalis dan pemimpin redaksi terutama media Online buatlah kami bangga membaca berita bahwa ada tokoh dari Jakarta, dari Indonesia dikenal dan dikagumi dunia.

Salam,
Jakarta 13/7/2019

Sukmawati, Potret Sosial-Politik dan Hukum Kita

Sebelumnya

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Gelitik