Gerindra: Rekonsiliasi Mempertajam Polarisasi
Jokowi dan Prabowo
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Upaya rekonsiliasi dua kubu di pilpres yang digagas kubu Jokowi tidak gayung bersambut.  Garindra secara halus niat tersebut lantaran justru mempertajam rekonsiliasi. 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan kepada media di Yogyakarta bahwa dorongan untuk rekonsiliasi justru akan mempertajam perbedaan di tengah masyarakat.

Fadli bahkan minta  langkah-langkah rekonsialiasi tak perlu dibesar-besarkan. “Tidak perlu ada itu, tidak perlu dibesar-besarkan,” katanya di Yogya, Senin (8/7/2019).

Menurut dia, Pemilu dan Pilpres sudah selesai. Kalah ada perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Perbedaan iri justru akan mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi.    

“Masyarakat itu saya kira punya jalurnya sendiri, punya alurnya sendiri. Ya jangan menganggap masyarakat kita ini lebih bodoh lah.  Masyarakat punya wisdom sendiri, dan wisdom inilah yang saya kira harus kita pegang,” ujarnya.

Upaya rekonsiliasi memang terus dilakukan kubu Jokowi-Ma’ruf.  Jokowi sendiri dalam pidatonya  usai putusan KPU mengajak untuk bersatu membangun bangsa.

“Tidak ada lagi 01 atau 02. Yang ada adalah 03, persatuan Indonesia,” kata Jokowi, Jumat 22 Juni 2019 lalu. 

Pernyataan inilah yang menjadi jalan masuk pihak pendukung Jokowi-Ma’ruf untuk mendorong rekonsiliasi.

Namun menurut  Fadli,  dorongan rekonsiliasi justru akan mengukuhkan perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan ia menganggap dorongan rekonsiliasi tersebut justru akan mempertajam polarisasi.

“Cara itu justru mempertajam, seolah-olah harus rekonsiliasi. Seolah-olah memang ada suatu perpecahan yang tajam,” katanya lagi. (lmd)

Parpol Belum Maksimal Jalankan Pendidikan Politik

Sebelumnya

Praktisi Hukum Ini Khawatir Pemerintah Mensponsori Kebencian pada Sesama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik