Yorrys: Siapa Bilang Golkar Mengalami Kemajuan
Yorrys Reyawei
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Kader Partai Golkar Yorrys Reyawei angkat suara terkait adanya klaim bahwa Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto mengalami kemajuan yang signifikan. 

Menurut Yorrys, klaim keberhasilan Golkar periode sekarang adalah wajar-wajar saja. Namun harus melihat parameter apa yang digunakan.  

“Saya pikir itu hal yang wajar. Tinggal dari   sisi mana kita melihat  itu kan? Kalau  anda berbicara  mengenai politik,  yang dilihat itu jumlah  kursi yavg anda dapat, bukan perolehan suara. Nah kalau  perolehan kursi  sebagai parameter, maka Golkar kehilangan 6 kursi,” kata Yorrys.

 

Memang, kata dia, kalau melihat sejarah, pasca reformasi Golkar tidak pernah sekali dalam pemilu yang stag, diklaim berhasil dari waktu ke waktu. Inilah yang perlu dievaluasi dari waktu ke waktu.

Apalagi diperparah dengan daerah-daerah kekalahan Golkar. “Jakarta sebagai ibukota kita punya tiga anggota DPR  mewakili Jakarta. Sekarang tidak ada sama sekali. Kemudian kursi DPRD  merosot cukup signifikan.”

 

Meski begitu, Yorrys tetep bersyukur bahwa Golkar yang   diterpa oleh berbagsi macam persoalan   dalam 5 tehun terakhir tetap survive.  Sekarang tinggal evaluasi hasil ini. Senagai partai terbuka, public party,  tinggal evaluasi.

“Jadi kalau ada yang bilang berhasil,  mari kita lihat. Golkar itu sejak reformasi dia menjadi partai terbuka. Kalau ada masalah tinggal evauasi. Dan dalam sejarah, tidak  pernah ada ketua Golkar yang menjabat dua periode,” katanya.

Dia juga mengatakan, ketua umum itu adalah simbol, tapi partai lebih penting dari segalanya. Jadi bagi Yorrys, siapa saja yang jadi ketum tidak ada masalah. Sebab partai lebih penting dari segalanya.

Dukungan Golkar ke Jokowi, menurut Yorrys, kalau melihat dampak yang kembali juga tidak ada. “Gimana mau bilang berhasil,  lha kursi kita menurun. Kita dari 91 turun ke 85 mana ada catle effect dari Jokowi,” bebernya.

Dikatakan, Golkar dalam tiga tahun terakhir  diterpa kisruh soal  korupsi.  Sementara Golkar dari  munas ke munas  itu  selalu  terdepan bersama dengan pemerintah terus berusaha memberantas korupsi.  Tapi ternyata kader-kader Golkar kena. 

“Kemarin waktu Airlangga naik (ketua umum) kita  pakai tagline untuk Golkar bersih. Tapi faktanya  masih ada juga yang kena. Ini yang perlu dievaluasi, bukan karena gak suka ketua umum,” ujarnya. (lms)

Tulisan Mochamad Toha Kembali Viral dan Jadi Polemik

Sebelumnya

Ini Kisah Tiga Bersaudara Merebut Tiga Kursi DPRD Banten

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik