Demo Depan MK, Hehamahua:  Jika Ada Rusuh Berarti Orang Lain
Aksi damai di sekitar gedung MK, Rabu (26/6/2019).
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Aksi demo bertajuk mengawal Mahkamah Konstitusi (MK) berlangsung siang hingga sore tadi, Rabu (26/6/2019). Demo dipimpin Korlap Abdullah Hehamahua, mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi demo berlangsung kondusif, meski sempat tegang antara massa dan petugas saat terjadi nego. Massa minta diizinkan mendekat ke gedung MK. 

Abdullah Hehamahua dalam orasinya mengatakan, massa tetap melakukan aksi meski Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melarang adanya aksi ini.

Aksi yang dilakukannya tidak ada terkait pasangan calon 01 maupun 02. Apalagi, sejak 14 Juni lalu, massa yang melakukan aksi damai berjalan lancar tanpa adanya kerusuhan yang menganggu ketertiban.

“Saya selalu katakan saya tidak kenal Prabowo-Sandi, Jokowi-Ma’ruf Amin. Dari empat (orang) itu saya baru bertemu sekali Ma’ruf Amin sekitar sepuluh tahun yang lalu,” kata Hehamahua.

“Kalau yang ditakutkan Prabowo itu kerusuhan, maka sudah terbukti  saya sudah buktikan hingga hari ini tidak ada apa-apa. Jika ada rusuh berarti orang lain,” ujarnya. 

Massa aksi damai berasal dari GNPF, FPI, Persatuan Alumni 212, Ikatan Keluarga Besar MUI, dan Fraksi Fagma serta beberapa mahasiswa dari sajumlah universitas.

MK akan memutuskan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo-Sandiaga pada Kamis (27/6/2019).

Prabowo-Sandiaga menuduh pasangan Joko Widodo-Ma’ruf, sebagai pemenang Pilpres 2019, melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif. (lms)

Situasi Makin Kondusif, Pertamina Kembali Salurkan BBM di Papua

Sebelumnya

PHE ONWJ Pasang Oil Boom Sepanjang Lebih dari 5 Kilometer

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News