Sidang MK, Saksi 01 Benarkan Ada Pelatihan dengan Materi Kecurangan Bagian dari Demokrasi
Sidang MK
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU)  2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) dilanjutkan. Sidang kelima ini menghadirkan saksi dari pihak terkait dalam hal ini kubu paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. 

Pihak terkait menghadirkan saksi Anas Nashikin yang mengaku sebagai tenaga ahli Fraksi PKB DPR RI.  Saat ditanya oleh hakim, jabatan apa di tim TKN? Anas mengatakan dirinya adalah Koordinator  Pelatihan Training of Trainers. 

Kubu 01 perlu menghadirkan Anas Nashikin karena pada sidang sebelumnya saksi 02 Hairul Anas Suadi membongkar materi pelatihan  TKN dengan konsep bahwa kecurangan adalah bagian dari demokrasi.

Pada kesaksiannya, Haerul Anas ‘bernyanyi’  bahwa materi pada pelatihan saksi yang diikutinya itu mengajarkan bahwa kecurangan adalah bagian dari demokrasi. Kecurangan bagian dari demokrasi itu, menurut pengakuan Haerul Anas, disampaikan  oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiayanto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

Kesaksian Haerul Anas itu menjadi topik hangat di media kemarin. Apalagi terkait dengan pernyataan bahwa kecurangan adalah bagian demokrasi.  Karena itu, kubu 01 merasa penting untuk membantah dengan menghadirkan Anas Nashikin. 

Dalam keterangannya,  Anas Nashikin mengakui ada diksi tentang kecurangan adalah bagian dari demokrasi. Yang dimaksud Anas Nashikin adalah bahwa   setiap pelaksanaan pemilu kecurangan itu selalu ada. 

Baca juga:

 

Saat ditanya kuasa pemohon, apa maksud diksi kecurangan bagian dari demokrasi itu adalah merupakan anjuran untuk curang atau berjaga-jaga terjadinya adanya kecurangan?

“Kira-kira filosofinya itu begini. Anda batuk mau batuknya kering atau apa minum konidin. Jadi ini kecurangan, jenisnya ini ini, jadi dalam pemilu itu ada kecurangan. Jadi harus diantisipasi,” katanya.

Kuasa hukum Paslon 01 Iwan Satriawan mengingatkan harus berhati-hati dala  memilih diksi.  Karena kesalahan dalam memilih diksi bisa ditafsirkan berbeda. Maka jika ada yang menafsirkan kecurangan adalah bagian demokrasi    jangan disalahkan jika  orang menafsirkan itu adalah bagian dari value yang harus diinsert oleh peserta pelatihan.

“Jadi begini. Slide itu memang kami maksudkan memberikan perhatian,  berikan keterkejutan. Kok bisa, maka kita jelaskan setelah itu. Kecurangan adalah bagian dari demokrasi, agar peserta memberikan perhatian. Maksudnya apa? Nah di situ kita jelaskan,” kata Anas Nashikin. 

Kuasa hukum pemohon kemudian menanyakan siapa-siapa saja yang merancang pelatihan itu? Anas mengatakan banyak. Namun di bawah Direktorat Saksi TKN. 

Sidang kemudian diskorsing untuk sholat Jumat.  Namun sebelum diskorsing, kuasa hukum 02 minta agar saksi ini tidak dibiarkan bertemu dengan kuasa hukum paslon 01. (lms)

Mengunjungi Berbagai Event di Kawasan GBK Senayan

Sebelumnya

Anggota DPRD Banten dan Wabup Tangerang di Acara Warga Islamic Village

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News