Leukimia Penyakit Mematikan, Kenali Penyebab dan Gejalanya
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Ibu Kristiani Herrawati Sarwo Edhie Wibowo atau dikenal dengan panggilan Ibu Ani Yudhoyono tutup usia setelah menjalani perawatan sejak Februari lalu di RS Nasional University Singapore, Sabtu pukul 11.50. Ani menderita penyakit kanker darah atau Leukimia. 

Penyakit Leukimia atau kanker darah ini adalah penyakit yang menyerang sum-sum tulang belakang yang berfungsi memproduksi sel-sel darah putih. 
 
 Penyakit ini, membuat sel darah putih tumbuh secara tidak normal atau berlebih, sehingga keberadaannya membahayakan sel darah merah. 

Jenis penyakit ini sangat berbahaya, dan masih menjadi momok menakutkan, karena kanker darah putih merupakan penyakit yang mematikan. 

Penyakit ini tergolong penyakit yang mematikan. Lalu seperti apa penyakit ini dan apa penyebab timbulnya kanker darah ini? Berikut penyebab penyakit kanker darah tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Penyakit Genetik

Riwayat keluarga yang mengidap leukimia bisa saja menurunkan penyakitnya lewat DNA yang tertular kepada keturunannya, inilah yang disebut dengan faktor genetika.

2. Orang yang pernah menjalani kemoterapi

Orang yang pernah menjalani kemoterapi atau terapi radiasi lainnya beresiko kuat memicu penyakit seperti leukimia dibandingkan orang yang belum pernah mengalami hal tersebut.

3. Paparan radiasi

Radiasi dengan jumlah rendah juga sangat berpengaruh terhadap resiko terkena penyakit leukimia. Oleh karena itu, ibu hamil tidak dianjurkan untuk melakukan rontgen atau pemeriksaan sinar X karena berpengaruh terhadap bayi yang ada di dalam kandungan. Ini dilakukan agar terhindar dari resiko terkena penyakit leukimia.

Sumber lain menyebutkan, leukimia adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). 

Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah di antaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak masa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/ signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus kanker darah, sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. 

Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia, dan perdarahan.

Penyakit leukemia akut dan kronis
leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. 

Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat tipe sebutan:

1. Leukemia limfositik akut (LLA)

Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.

2. Leukemia mielositik akut (LMA)

Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.

3. Leukemia limfositik kronis (LLK)

Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.

4. Leukemia mielositik kronis (LMK) 

sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Penyebab penyakit leukemia
sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia, yaitu;

Radiasi

Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus leukemia bahwa para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia. Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Leukemogenik

Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia infustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

Herediter

Penderita down syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

Virus

Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda di antara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:

Anemia

Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

Perdarahan

Ketika platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan di jaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/ kecil dijaringan kulit).

Terserang infeksi

Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/ bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

Nyeri tulang dan persendian

Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

Nyeri peru

Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

Pembengkakan kelenjar lympa

Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang di bawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

Kesulitan bernafas (dyspnea)

Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis. (lms)

Ini Tips Waktu Terbaik Ngopi di Bulan Puasa

Sebelumnya

Jalan Sehat KFJS Jakarta Jelang Ramadhan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Kesehatan