People Power, Amien Rais Paling Banyak Disebut dalam Perbincangan Medsos
Amien Rais dan People Power
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Kecurangan yang terjadi pada pemilu presiden 2019 memicu gerakan people power. Protes keras sebelum hasil penghitungan manual di KPU tidak mempan. Gerakan massa pun lanjut pada 21 dan  22  Mei 2019 di depan kantor Bawaslu.
 
  Ada yang menarik di sisi lain people power itu. Tokoh nasional Amirn Rais menjadi paling banyak disebut pada buzzer perbincangan di media sosial. Paling tidak, demikian temuaan   perusahaan media intelligence Isentia. 
  
   Terkait  people  power  tersebut, Amien Rais disebut sebanyak 60.224 buzz di media sosial, terhitung sejak 17 Mei hingga 27 Mei 2019.
 
Selama periode ini, volume perbincangan media sosial tertinggi terjadi 21 Mei 2019, yaitu sebanyak 8.169 buzz. Isentia menangkap bahwa topik seputar ‘Amien Rais’ paling banyak disebut oleh netizen, yakni sejumlah 10.560 buzz.
 
“Kami menemukan bahwa netizen membicarakan terkait Amien Rais yang membahas buku Jokowi People Power. Selain itu, ada juga netizen yang membahas Amien Rais yang mengganti sebutan people power dengan Gerakan Kedaulatan Rakyat,” jelas Rendy Ezra, Insights Manager dari Isentia, Sabtu.
 
Trending topic ini disusul dengan bahasan mengenai ‘Buku Jokowi’, sebanyak 5.741 buzz. Netizen bertanya-tanya apakah buku berjudul Jokowi People Power ini merupakan buah tulisan sang Presiden. Namun ternyata, buku ini merupakan karya dari penulis, Bimo Nugroho.
 
Adapun keyword ’22 Mei’ juga banyak disebut di media sosial  – dalam 3.954 buzz. Kerusuhan yang terjadi pada 21 Mei hingga 22 Mei ini memang tidak dapat lepas dari kata ‘People Power’. Ada juga beberapa netizen yang membahas apakah 22 Mei ini merupakan People Power yang gagal atau merupakan awal dari permulaan.
 
‘Eggi Sudjana’ merupakan trending topic urutan keempat yang paling banyak dibicarakan (1.848 buzz). Pasalnya, aktivis Eggi Sudjana ini ditangkap atas tuduhan makar. Berdasarkan kumpulan buzz tersebut, banyak yang menyebutkan jika Eggi mengatakan bahwa ia pun tahu kata ‘People Power’ ini dari Amien Rais, dan bahwa penangkapannya tidak adil.
 
“Di urutan kelima, ada trending topic ‘Kedaulatan Rakyat’, sebanyak 1,193 buzz. Banyak netizen mengatakan jika People Power adalah Kedaulatan Rakyat, dan juga bahwa gerakan ini merupakan suatu maneuver,” kata Rendy. 
 
Mengutip dari James Miller, professor The New School for Social Research, New York, pada dasarnya, People Power adalah saat sekumpulan masyarakat menyuarakan ketidak-setujuan mereka terhadap suatu kebijakan atau keputusan pemerintah.
 
Isentia adalah  perusahaan analisa dan monitoring media berbasis Australia, didirikan pada tahun 1982 di Melbourne oleh Neville Jeffress. 

Awalnya. Isentia hanya menyajikan pemantauan terhadap media tradisional. Namun seiring perkembangan jaman, pemantauan media sosial juga dilakukan oleh Isentia dan diterapkan di Indonesia sejak tahun 2011.
 
Saat ini, Isentia tercatat dalam bursa saham Australia dan telah memiliki 18 kantor cabang di Melbourne, Canberra, Brisbane, Adelaide, Perth (Australia), Wellington dan Auckland (New Zealand), Kuala Lumpur (Malaysia), Singapore, Jakarta (Indonesia), Manila (Filipina), Hoi Chi Minh City (Vietnam), Bangkok (Thailand), Hong Kong, Beijing dan Shanghai (China), Taipei (Taiwan), serta Seoul (Korea Selatan). (lma)

Fahri Hamzah: Masalah Menumpuk di Karpet Istana

Sebelumnya

PKB Sukses di Pemilu, Muhaimin Terpilih Lagi di Muktamar Bali

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik