UMA dan Dinas Teknis Jajaki Kerjasama Penerapan Energi Terbarukan di DKI
UMA dan Dinas Perindustrian dan Energi DKI bahas kerjasama bidang energi
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Masalah ketahanan energi terus menjadi perhatian pemerintah dan segenap bangsa ini. Pemerintah pun terus mencari solusi oleh terancamnya ketersediaan energi ini global. 

Provinsi DKI Jakarta sebagai barometer Indonesia telah terus melakukan langkah-langkah serius untuk  menjadikan Jakarta sebagai inisiator penerapan energi terbarukan. 

Karena itu, Pemprov lewat Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Kamis pagi (16/5) menerima Pengurus Perkumpulan UMA (Usaha Memajukan Anakbangsa) untuk membahas kerjasama untuk penerapan energi terbarukan. 

Hadir dari pengurus PKP UMA dipimpin Ketuanya, Ir Tigor Sihite, Ir Surya Darma, Ir Afni Achmad, Ir Lilik Muflihun, Hj Hanifah Husein, Andy Ambia  Boestam, Jumrana Salikki, dan Syahrir Lantoni. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI A Sudjatnaka

Sedangkan dari Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta dipimpin Kepala Dinas Asep Djarnaka, Ayiful Ramadhan, dan Agus serta 5 orang staf  dinas.

Dalam penjajakan kerjasama ini, Dinas Perindustrian dan Energi memaparkan program-program Pemprov DKI di bidang energi yang sudah makin berorientasi pada energi baru dan terbarukan. 

“Untuk Rencana Jangka Menengah Daerah (RPMD), pasokan energi di wilayah Provinsi DKI Jakarta memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dengan mengedepankan energi ramah Iingkungan,” kata Asep Djarnaka. 

Rencana lainnya,  kata Djatnaka melanjutkan, menitikberatkan pada pemanfaatan bahan bakar gas dan pengembangan energi baru terbarukan.

“Kami juga melakukan penanganan utilitas kota serta perbaikan infrastruktur listrik yang lebih baik. Untuk listrik ini, kami memelihara kabel laut PLN dari dana pemprov sendiri,” katanya. 

Menurut Djatnaka, program-program Pemprov DKI mengacu pada visi misi  Gubernur Anies Baswedan. Yaitu Maju Kotanya Bahagia Warganya. 

UMA pada kesempatan itu membawa konsep untuk DKI Jakarta dengan beberapa tawaran. Pertama, membantu menjadikan DKI sebagai role model dalam inisiatif penerapan energi terbarukan.

“Kedua, melakukan pendampingan program; Ketiga,  pelaksanaan dan sosialisasi program energi terbarukan; Keempat,   advokasi regulasi; dan kelima, 
optimasi  manajemen sampai pada  pengaturan sumber energi terbarukan untuk kelistrikan,” kata Ir Surya Darma. 

Surya Darma mengatakan, untuk memulai ini penting untuk menyerap masukan lewat penyelenggaraan Focus Grup Discussion atau FGD. 

“FGD ini mengundang pakar energi, pakar lingkungan, pengusaha, dan stake holder lain. Ini penting agar konsep jelas, dan menjadi legitimated karena dimulai dari sebuah forum,” kata pakar energi yang juga Ketua Umum Masyarakat Energi Baru dan Terbarukan Indonesia (METI) ini.

Hanifah Husein dari UMA juga menyampaikan harapannya. Bahwa kehadiran UMA ini untuk ikut berpartisipasi dalam membantu program-program Gubernur Anies Baswedan. 

“Motivasi kami bukan mengejar proyek, karena di sini (UMA) sudah selesai dengan masalahnya. Jadi lebih kepada support pembangunan di bidang energi,” kata Hanifah. 

Lilik Muflihun dari UMA  menyambung maksud Hanifah. Bahwa program Gubernur Anies Baswedan haruslah nyata. Maju Kotanya Bahagia Warganya harus  dibuktikan namun jika tidak para pemilihnya dulu akan jadi sasaran. Mereka akan bilang itulah pilihanmu, ternyata tidak lebih baik dari sebelumnya. (lms)

Pemprov DKI Kirim 65 Satgas Karhutla, Dilepas Gubernur Anies di Monas

Sebelumnya

Anies Berkomitmen Tinggi Kembangkan Budaya Betawi dan Setu Babakan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek