Pidato Sandi: Kita Terus Berjuang  Sampai Titik Darah Penghabisan
Sandiaga Uno pidato di Hotel Sahid, Selasa Sore.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Capres dan Cawapres no 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hadir berpidato pada acara pemaparan kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Sahid Jakarta Pusat, Selasa sore.  Kecurangan yang diungkap merupakan fakta-fakta valid yang terstruktur, sistematis, dan masiv yang sulit dibantah. 

Prabowo dalam  pidatonya menyatakan tidak akan menerima hasil pemilu yang curang. Karena itu, Prabowo menarik diri dari proses penghitungan suara Pilpres. 

Tak hanya Prabowo, Sandi pun bersuara lantang mengkritisi kecurangan Pilpres 2019 tersebut. Dalam pidatonya, Sandi mengungkap betapa dia sendiri mengalami ketidakadilan, dan hambatan-hambatan dalam berkampanye. 

Seperti apa pidato Sandiaga? Penuh keprihatinan.  Dikatakan, Pemilu 2019 yang sedang kita jalani saat ini menorehkan sejumlah catatan yang memprihatinkan. 

“Yang pertama dan utama, banyaknya keluarga yang harus kehilangan orang tua, dan sanak saudara. Lebih dari 500 petugas penyelenggara Pemilu wafat. Lebih dari 3.000 orang lainnya dirawat. Kita berdoa, semoga yang wafat semoga husnul khotimah, yang sakit segera disembuhkan, dan korban jiwa tidak terus bertambah,” kata Sandi.

Dengan pahit, kata Sandi,  kita harus menerima kenyataan, inilah Pemilu paling mematikan sepanjang sejarah Indonesia. Suatu pelajaran yang amat mahal yang harus kita jadikan bekal bagi perbaikan penyelenggaraan Pemilu di waktu-waktu mendatang.

“Kedua, kita juga mencium aroma politik uang yang sangat tajam, tertangkapnya ratusan ribu amplop yang disiapkan untuk serangan fajar yang melibatkan pejabat tinggi BUMN dan pejabat tinggi pemerintahan. Rakyat sebagai pemilik kedaulatan telah dibuat terlena, bukannya memilih sesuai hati nurani, tetapi dipaksa atau setengah dipaksa memilih yang memberikan iming-iming uang. Ini sungguh-sungguh menciderai demokrasi kita,” beber Sandi.

Ketiga, katanya lagi, bila  ditarik ke belakang, dirinya mengalami sendiri sepanjang masa kampanye hingga menjelang pemungutan suara,   merasakan betapa banyak kejanggalan dan ketidakadilan yang kami alami, yang tidak ditangani dengan baik oleh penyelenggara Pemilu maupun pihak-pihak yang berwajib. Mulai dari sulitnya perijinan, tempat yang dipindah-pindah, hingga dipersulitnya akses untuk masyarakat ke titik acara.

“Kami juga menaruh simpati pada rekan-rekan media yang mengalami tekanan untuk tidak memberitakan berbagai kecurangan. Kita juga menyaksikan upaya sistematis melemahkan suara oposisi, penangkapan aktivis, hingga kriminilisasi para ulama,” beber Sandi.

Namun, kata Sandi, meskipun rintangan terus menghadang,  dirinya dan  Pak Prabowo bersama rakyat Indonesia tidak akan pernah lelah berhenti menegakkan kebenaran dan keadilan. 

“Saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk terus berjuang sekuat tenaga, sampai titik darah penghabisan, menjaga kedaulatan rakyat,” pungkasnya. (lma)

Ini Alasan Prabowo Sandi Maju ke MK

Sebelumnya

Terkait Aksi Damai, Sekber Satgas Jakarta Raya Keluarkan Himbauan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik