Pakar Statistik: Prabowo Menang secara Nasional
Prabowo dan Sandiaga Uno
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Pakar statistik Prof. Edy Supriyadi yang juga Dosen Universitas  Pancasila Jakarta angkat suara dan memberikan analisisnya terkait penghitungan suara Pilpres 2019. Lewat akun facebooknya, dia menunjukkan kemenangan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Dijelaskan,  berdasarkan metode sampling yang digunakan multistage cluster sampling, provinsi disebut sebagai cluster. Sedang pengujian perolehan suara antar kedua paslon digunakan uji proporsi pada level kepercayaan 95 persen.

Dari analisnya, Paslon 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin) telah unggul di 6 provinsi terdiri Yogyakarta (59,48 persen), Jateng (64.13 persen), Bali (52.91 persen), Jatim (51.77 persen), Papua (55.45 persen) dan Sulbar (52.35 persen).

“Jika diuji secara statistik dengan menggunakan uji proporsi pada tingkat kepercayaan 95 persen hanya Yogyakarta dan Jateng yang mempunyai peluang diunggulkan oleh Paslon 01.  Sedang provinsi Bali, Jatim, Papua dan Sulbar masih kondisi seimbang dengan Paslon 02,” katanya.

Diungkapkannya, tingkat keunggulan Paslon 02 telah unggul di 28 provinsi terdiri Aceh (88.95 persen), Banten (62.80 persen), Bengkulu (63.96 persen), DKI Jakarta (56.85 persen), Gorontalo (60.82 persen), Jambi (69.03), Jabar (65.77), Kalbar (69.54), Kalsel (70.61), Kalteng (61.39), Kaltim (55.85), Kep. Riau (59.23), Lampung (60.67), Maluku (78.77), Maluku Utara (69.61), NTB (74.42), Riau (76.81), Sulsel (66.15), Sulteng (62.67), Sumbar (87.39), Sumsel (67.88), Sumut (70.23), Sultenggara (68.57), Kalutara (53.33), Babel (52.35), NTT (60.97), Papua Barat (58.62), Sulut (59.36).

“Jika diuji secara statistik dengan menggunakan uji proporsi pada tingkat kepercayaan 95 persen paslon 02 berada pada kondisi seimbang dengan paslon 01 di provinsi Kalutara, Babel, NTT, Papua Barat,  dan Sulutara,” katanya. 

Lulusan S2 Santo Thomas dan Doktor Statistik lulusan IPB Bogor ini mengatakan, secara nasional Paslon 02 unggul dalam memperoleh suara sebesar 62.92 persen dan  Paslon 01 memperoleh 37.08 persen. Sedangkan uji statistik proporsi dengan kesimpulan Signifikan atau terdapat perbedaan peroleh prosentasi jumlah suara antara kedua paslon.

Dosen Universitas Pancasila Jakarta ini melanjutkan, ditarik dari analisis di atas bahwa diperoleh estimasi, Paslon 01 lebih unggul di 2 provinsi dan kondisi seimbang di 4 provinsi. Berikutnya, Paslon 02 lebih unggul di 23 provinsi dan kondisi seimbang di 5 provinsi. 

“Secara nasional Paslon 02 lebih unggul dibandingkan paslon 01,” katanya.  (lms)

Fahri Hamzah: Masalah Menumpuk di Karpet Istana

Sebelumnya

PKB Sukses di Pemilu, Muhaimin Terpilih Lagi di Muktamar Bali

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik