SEKOCI SEKOCI REVOLUSI
Sepeda Man
KOMENTAR

by Sepeda Man

REVOLUSI  berbeda dengan amok (amuk) massa, karena amuk massa adalah kekecewaan masa  yang terakumulasi menjadi tindakan yang anarkis tanpa tujuan

Sedangkan tujuan revolusi adalah perubahan yang terjadi secara cepat yang mendasar  terkait sosial dan kebudayaan yang menjadi   keinginan Rakyat.

Revolusi adalah kondisi matang ibarat buah durian yang siap jatuh yang dibutuhkan adalah oragan (goncangan) yang terus menerus, untuk mempercepat durian tersebut runtuh, karena itu maka  harus ada yang mengguncangnya.

Sutan Sjahrir mengatakan terjadinya suatu revolusi disebabkan oleh dua faktor. Yang pertama adalah faktor objektif dan yag kedua faktor subjektif.

Faktor objektif adalah kondisi objektif rezim yang telah begitu buruk dimata rakyat antara lain runtuhnya moral dan kejujuran, sedangkan faktor subjektif adalah ada gerakan-gerakan yang bergerak terus menerus tiada henti, ditangkap, diculik bahkan dibunuh dan diracun tidak kapok-kapok,  bergerak terus,  mengguncang terus  . .   sampai bertemu momentum yang bernama Revolusi.

Revolusi itu bisa bersifat damai dan atau juga bisa dengan kekekerasan. Revolusi damai pernah terjadi di India yaitu ketika Mahatma Gandi melakukan aksi massa diam dalam waktu jangka  tertentu.

Revolusinya disebut  dengan revolusi tanpa kekerasan (satya graha), di lakukan dengan cara melakukan pembangkangan massal. Rakyat duduk-duduk tidak melakukan kekerasan di jantung ibukota India,  menyebabkan kelumpuhan ekonomi dan Inggrispun kemudian menyerah.

Contoh revolusi dengan kekerasan antara lain  pernah terjadi di Perancis tahun 1779 dimana semua penguasa yang menjadi target revolusi dihukum pancung (geolotine). Hal yg sama dengan revolusi berdarah di Rusia tahun 1917.

Revolusi meski awalnya disebabkan oleh suatu kasus tertentu, misal terjadinya kecurangan dalam pemilu seperti yang pernah terjadi di Philipina ( 1986)  dengan istilah people powernya, tapi langkah berikutnya adalah  direncanakan agar tujuan menumbangkan rezim bisa tercapai dan tujuan merubah kehidupan sosial dan budaya juga dapat  terwujud.

Revolusi sama halnya dengan kepanitiaan, ada ketua panitianya (tokoh/figurnya) ada seksi-seksinya. Ada yang merumuskan konstitusi baru yang memihak rakyat, dst.

Langkah pertama adalah konsolidasi hati nurani,  kemudian mencari figur dan tokoh sentral penggerak revolusi. Perbedaan pendapat untuk sementara disingkirkan dulu, mengutamakan tujuan utama.

Sedangkan langkah berikutnya adalah membentuk sekoci-sekoci revolusi. Apa itu?

Ilustrasi  sekoci adalah seperti kapal perang yang hendak mendaratkan pasukan, dibutuhkan sekoci-sekoci (perahu-perahukecil) untuk mengangkut pasukan sampai darat.

Sekoci-sekoci dalam revolusi adalah kelompok-kelompok kecil yang terlatih untuk antara lain mengawal jalannya revolusi dari gangguan musuh, membuat pra kondisi/menciptakan kondisi. Dalam revolusi Iran tahun 1979 disebutnya garda revolusi.

Revolusi tanpa garda revolusi yang bernama sekoci-sekoci  maka rakyat akan mudah  menjadi sasaran empuk rezim, antara lain mudah terjadi penculikan/ pembunuhan bahkan diracun.

Disamping sekoci-sekoci yamg dibentuk panitia revolusi,  rakyat juga harus mengkoordirdinir dirinya sendiri dengan cara membentuk sekoci-sekocikecil (kelompok-kelompok kecil ) dalam arus revolusi. Tujuannya untuk menjaga diri, saling mengingatkan dan menjaga.

Massa rakyat yang berada dalam arus revolusi tidak perlu hawatir  bila ada sebagian kecil rakyat yang memihak rezim penguasa. Hal tersebut biasa dalam revolusi ada penghianat-penghianat. 

Dalam revolusi di Alzazair  (1962) ada satu suku  yang bernama suku Azra (?) yang  memihak Perancis dan akhirnya setelah Perancis menyerah  suku tersebut ikut hengkang ke Perancis .

Dalam revolusi perang kemerdekaan Indobesia 1945  juga ada rakyat yang memihak Belanda bukan republik.

Wauluhu a’lam bissawab

Kasus UAS dan Ancaman Disharmoni Bangsa

Sebelumnya

Ibu Kota Pindah Ke Kalimantan, Kenapa Gak Ke Beijing?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Gelitik