Demo di Bawaslu Bukan Hendak Anarkis, Tapi Mengawal Laporan Kecurangan
Aksi demo di depan Bawaslu
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta - Aksi demo elemen rakyat, ulama, dan aktivis pendukung Prabowo-Sandi tak surut walau diblokade oleh rubuan aparat. Massa demo tetap berorasi di depan kantor Bawaslu RI Jalan Thamrin Jakarta Pusat. 

Demo yang mengkritisi terjadinya kecurangan dalam pemilu 2019 itu dihadiri pula oleh beberapa elite dari  Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Seperti Sufmi Dasco Achmad, Ferry Juliantono, Mustofa Nahra, dan lainnya. 

 Dalam orasinya di atas kendaraan panggung, Sufmi Dasco mengatakan   pengawalan pengungkapan dugaan kecurangan Pemilu 2019 tetap lewat jalur hukum.  
 
 “BPN hari ini melaporkan temuan dugaan kecurangan Pilpres untuk ditindaklanjuti Bawaslu,” kata anggota DPR RI ini. 

Dasco menyampaikan pesan Prabowo bahwa sedikit apa pun celah hukum harus digunakan untuk mengungkap dugaan kecurangan yang terjadi pada Pilpres ini. 

“Sebelum ke sini (ke Bawaslu) Pak Prabowo berpesan sampaikan salam, kita akan tetap pada koridor hukum. Kita akan manfaatkan celah hukum dan kita akan buktikan pendukung Prabowo bukan yang anarki,” kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi ini. 

Dikatakan, pelaporan BPN atas dugaan kecurangan Pemilu disertai temuan-temuan sudah disampaikan ke Bawaslu sebelum aksi demo. Pelaporan dilakukan Sufmi Dasco, Ketua BPN Prabowo-Sandi juga caleg DPR RI dari PAN Ahmad Hanafi Rais.

“Jadi pada hari ini kami sudah masukan laporan dugaan planggaran terstruktur, sistematis, masif. Masih ada 4 laporan lagi. Kita buktikan pada pihak yang selalu ingin fitnah bahwa 02 barisan yang bertindak anarkis, itu tidak betul. Kita akan lewati prosedur hukum hingga terbukti,” tegas Sufmi Dasco. 

Selain Dasco,  sejumlah orator juga   berorasi termasuk Habib Hanif Alatas. Habib Hanif Alatas mengatakan kedatangan massa ke Bawaslu untuk mengawal BPN yang melaporkan dugaan kecurangan Pilpres 2019 serta menuntut paslon 01 didiskualifikasi. 

“Jadi jangan salah paham, kita bukan sedang ingin menggulingkan pemerintah, tapi kita kawal pemilihan presiden yang terindikasi (dugaan kecurangan) terstruktur, sistematis, dan masif. Maka wajib untuk diproses karena ini merusak demokrasi kita dan merampas kedaulatan rakyat,” ujarnya.

Sekitar pukul 15.30 WIB aksi massa di depan gedung Bawaslu berakhir. Mereka mulai berangsur membubarkan diri. Kebanyakan dari mereka meninggalkan lokasi menuju ke arah selatan melewati Jalan Sabang. Namun, sebagian ada juga yang pulang dengan menggunakan busway. 

Lalu lintas di Jalan Thamrin pun kembali dibuka. Kendaraan sudah bisa melintas dengan normal.  (lma)

Ini Alasan Prabowo Sandi Maju ke MK

Sebelumnya

Terkait Aksi Damai, Sekber Satgas Jakarta Raya Keluarkan Himbauan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik