KMN Curigai  Lambatnya Respons Komnas HAM atas Kematian Ratusan KPPS
dr Dhienda Nasrul, Wenry m, dll, dari KMN saat mendatangi Komnas HAM, 2 Mei lalu.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Kolaborasi Milenial Nusantara (KMN)  terus memberi perhatian serius atas gugurnya ratusan  petugas Pemilu 2019 di seluruh Indonesia. Mereka pun bergerak cepat misalnya dengan tema “Gerakan Pita Kuning” mendatangi Komnas HAM pada 2 Mei lalu. 

Namun KMN yang dipimpin   dr. Dhienda Nasrul ini tidak mendapatkan respons cepat dari komisioner Komnas HAM. Padahal surat pengaduan yang disertai dengan alasan medis itu sudah cukup untuk dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).  Jangankan ditindaklanjuti, menerima KMN untuk beraudiensi belum direspons. 

“Hingga kini belum ada konfirmasi kapan Komisioner Komnas HAM bersedia membuka dialog dengan kami. Informasi yang kami dapatkan dari salah seorang Staf di Komnas HAM, surat pegaduan dan audiensi tersebut sudah diproses dan kami diminta menunggu respon dari Komisioner Komnas HAM,” kata Wenry AP dari Gerakan Pita Kuning KMN, Rabu (8/5).

Wenry menilai,  Komnas HAM yang dipimpin oleh Ahmad Taufan Damanik yang di dalamnya juga terdapat Wakil Ketua bidang Eksternal Sandrayati Moniaga, Wakil Ketua bidang Internal Hairansyah, Komisioner Beka Ulung Hapsara, Komisioner Amiruddin, Komisioner Mohammad Choirul Anam, Komisioner Munafrizal Manan, dan Sekjen Tasdiyanto,  sangat tidak responsif atas wafatnya ratusan petugas Pemilu 2019 yang telah menembus angka 400 jiwa lebih.

“Kami heran, tak ada satupun komisioner yang bereaksi terkait wafatnya ratusan petugas Pemilu 2019 yang telah menembus angka 400 jiwa lebih ini,” katanya.

“Ada apa dengan komisioner Komnas HAM? Apa mereka pura-pura tidur? Tanpa kami membuat surat pengaduan pun, harusnya mereka sudah bereaksi atas wafatnya 400 lebih petugas Pemilu 2019”.

Dia berharap para komisioner Komnas HAM  agar berkomitmen sesuai Pasal 89 Ayat 3 huruf b Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. KMN mengingatkan pula sila kedua Pancasila,  “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. 

“Tak ada alasan bagi Komisioner untuk tidak bergerak dan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF),” tambah Wenry.

Karena itu,  besok atau Kamis (9/5/) delegasi  “Gerakan Pita Kuning” Kolaborasi Milenial Nusantara (KMN) akan mendatangi kembali Kantor Komnas HAM untuk menagih komitmen para Komisioner terkait penegakan HAM atas wafatnya 400 lebih petugas Pemilu 2019.

“Dan terakhir yang ingin saya sampaikan, kata “biadab” adalah kata tepat bagi mereka yang menganggap wafatnya 400 lebih petugas Pemilu 2019 sebagai sebuah kewajaran,” kata Wenry.

Sebab, lanjut Wenry, wafatnya ratusan petugas Pemilu 2019 tersebut adalah tanggungjawab negara!. (lms)

Fahri Hamzah: Masalah Menumpuk di Karpet Istana

Sebelumnya

PKB Sukses di Pemilu, Muhaimin Terpilih Lagi di Muktamar Bali

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik