50 Ribuan Massa Hadiri Kampanye Terakhir Prabowo-Sandi di Banten
Sandiaga Uno di kampanye terakhir di Tangerang Banten, Sabtu (13/4).
KOMENTAR

TILIK.ID, Tangerang —  Kampanye terakhir paslon nomor 02 Prabowo-Sandiaga  digelar di Alun alun Tangerang. Banten,  Sabtu pagi (13/4). Dalam kampanye  terbuka itu bukan Prabowo yang  berkampanye namun Sandiaga Uno. 

Pada kampanye hari terakhir itu  direktorat relawan BPN Prabowo Sandi itu mampu menghadirkan 50 ribuan massa pendukung.  Tak hanya datang dan mendukung ratusan warga pun memberikan sumbangan berupa uang untuk perjuangan kemenangan. 

Sandiaga dalam orasinya mengatakan, bahwa masyarakat menginginkan 
adanya perubahan di Indonesia. Itu 
terlihat dari antusiasnya publik yang 
memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi dalam kontestasi Pemilu Presiden  (Pilpres) 2019.

“Ini luar biasa, masyarakat di sini menginginkan perubahan, mereka ke sini bukan hanya hadir, namun memberikan sumbangan dalam bentuk uang kepada Prabowo-Sandi,” kata Sandi usai kampanye terbuka di Alun-alun Kota Tangerang, Sabtu.

Dia menilai sikap masyarakat menyumbang kepada pasangan capres-cawapres merupakan fenomena yang lain daripada yang lain karena biasanya masyarakat hadir dengan diberikan amplop berisi uang.

Karena itu, dia menilai fenomena tersebut semakin menebalkan keyakinannya bahwa masyarakat di akar rumput menginginkan adanya perubahan yang lebih baik.

“Sumbangan dalam bentuk uang dari masyarakat sebenarnya tidak terlalu banyak, namun mereka menyisihkan dari apa yang mereka punya untuk berjuang bersama Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Dia berjanji akan menghadirkan berbagai terobosan agar industri tumbuh dan berkembang di Tangerang terutama dalam industri yang bisa meningkatkan nilai tambah dengan mampu membuka 15 juta lapangan kerja.

Sandiaga meyakini dengan strategi ekonomi yang sudah disiapkannya, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6-6,5 persen dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Sandi.

Hadir dalam kampanye akbar tersebut antara lain Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufi Dasco Ahmad, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen, Ketua Umum FPI Sobri Lubis dan Rhoma Irama. (imb/atr/lms)

Parpol Belum Maksimal Jalankan Pendidikan Politik

Sebelumnya

Praktisi Hukum Ini Khawatir Pemerintah Mensponsori Kebencian pada Sesama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik