Sandi Mengaku Diminta oleh Bawaslu Tidak Kampanye Saat Libur Isra Mi’raj
Sandi saat hadiri deklarasi Relawan Bugis Makassar Rantau di Jakarta, Rabu sore.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Calon Wakil Presiden nomor 02 Sandiaga Uno mengaku mendapat pemberitahuan dari Bawaslu untuk tidak berkampanye di hari libur Isra Mi’raj, Rabu (3/4). Karena pada Rabu itu Sandi akan menghadiri beberala acara. 

Salah satu acara yang akan dihadirinya adalah Deklarasi Dukungan Bugis Makassar Rantau (BMR 02) di Hotel Royal Kuningan Jakarta Pusat. 

Larangan itu disampaikan Sandiaga saat diminta pidato di acara deklarasi BMR 02 yang dihadiri Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan dan Erwin Aksa.

“Pagi-pagi tadi, saya dapat imbauan dari Bawaslu bahwa hari ini adalah hari libur peringatan Isra Mi’raj. Oleh karena itu saya diimbau untuk tidak berorasi politik,” kata Sandi di bagian awal pidatonya. 

Sandi pun minta kepada hadirin bagaimana kalau orasi persahabatan saja. Bicara tentang ekonomi saja. 

“Kalau bicara tentang persahabatan  boleh gak? Bicara tentang ekonomi yang lebih baik boleh gak?” tanya Sandi yang disambut teriakan: boleh. 

Dia pun memastikan tidak akan berorasi politik. “Kita taat asas, taat aturan saja, karena itu mari kita mengucapkan rasa syukur karena kita masih diberi kesehatan  bisa berkumpul sore ini,” katanya. 

Pertama-tama, kata Sandi, beberapa hari lalu baru pulang dari Makassar dan Palopo. Dirinya terharu sekali mendapat sambutan warga yang luar biasa di sana. 

“Kunjungan saya ke Makassar dan Palopo diterima secara spontan dan hangat. Saya terharu sekali. Ada 18.000 milenial yang hadir di Celebes Convention Center Makassar. Dan kalau kita buka pendaftarannya lebih dari 20 ribu. 

Kalau mau dilihat lagi, kata Sandi, mereka-mereka inilah yang ikut menginginkan perubahan. Untuk itu, kini tinggal 14 hari lagi masyarakat makin hari makin semangat penyambut perubahan.

“Saya juga melihat di Palopo dahsyat sekali sambutan masyarakat.  Ternyata di Palopo itu terkenal dengan durennya.  Ada masyarakat saking semangatnya mau melempar duren ke saya,” kata Sandi disambut tawa. 

Sandi pun kemudian menggambarkan perubahan itu telah terjadi pada 2012 di Jakarta. Masyarakat Jakarta ingin perubahan, dan setelah Pilkada itu pembangunan berjalan dengan lancar, tidak ada konflik, Oke Oce telah mengurangi pengangguran, dan menjadi lebih baik.

“Jakarta adalah napas perubahan. Jika 2012 sudah berubah kita yakinkan terjadinya perubahan Indonesia pada 17 April mendatang,” kata Sandi disambut: Ewako!!! dari hadirin. (lms)

GKR Keluarkan 8 Point Pernyataan Terkait Pemilu dan Sengketa di MK

Sebelumnya

Ketua MK Anwar Usman Dahului dengan Ucapan Idul Fitri Minal Aidin Walfaidzien

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik