Anies Ikut Usung Peti Jenazah Penyapu Jalanan yang Tewas  Ditabrak Lari
Anies Baswedan ikut mengusung keranda jenazah Naufal Rosyid.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melayat ke rumah duka Naufal Rosyid, petugas penyapu jalan, yang tewas ditabrak lari oleh pengendara motor yang tidak dikenal. Anies ikut mengusung keranda jenazah Naufal bersama petugas penyapu jalan dan para tetangga. 

Anies pun tak kuasa menahan kemarahannya kepada pengendara motor yang menabrak lari Naufal Rosyid. Anies dalam akun medsosnya menulis sendiri apa yang dialami Naufal, dan saat melayat ke rumah duka.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.⁣ Hai kau pengemudi motor. Ketahuilah petugas penyapu jalan yang kau tabrak itu hari ini dikuburkan. Kau tabrak dia hari Selasa Subuh, 26 Maret. Lalu kau lari. Kau tega meninggalkan anak manusia terkapar tak berdaya di jalan raya,” demikian Anies di akun medsosnya. 

Anies melanjutkan, Naufal Rosyid ditemukan terkapar di tepi jalan. Masih dengan sapu dan seragamnya. Di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya. ⁣

“Pagi itu sejak masih gelap. Naufal, anak umur muda 24 tahun ini sudah berada di jalan raya. Dia dan puluhan ribu petugas sejak pukul 3 pagi sudah bangun. Mereka yang paling berpeluh memastikan jalanan bersih, demi kenyamaan jutaan orang melintas menuju kerja,” kata Anies.

Jika ada yang kebetulan tersisa, sebagian pelalulalang akan dengan ringan memaki lewat jempol tangannya di media sosial seakan tak membayangkan beratnya mereka bekerja.⁣

Subuh itu, kata Anies, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan korban ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat. ⁣

Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong. Ia pulang ke Ibunya. Tapi ibunya di rumah hanya bisa menyambut anaknya sebagai jenazah. ⁣

“Tadi kami takziyah ke keluarga ini. Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit. Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah,” sedih Anies dalam isntagramnya yang diposting 6 jam lalu, Ahad (31/3).

Anies pun menghimbau untuk semua pengguna jalan. Kurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Seragam mereka berwarna terang. Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. 

Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat. ⁣

“Dan kau penungggang kendaaran tak dikenal itu... Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil,” tutup Anies. (lms)

Anies Membungkam Pengeritiknya soal Getah Getih

Sebelumnya

Tokoh Masyarakat Jakarta Sarankan Ada Napak Tilas Perjuangan Fatahillah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jabodetabek