Ini Catatan Geisz Chalifah tentang  Konser Musik Tribute to Chrisye
Geisz Chalifah (kiri) saat memberi sambutan di acara Konser Tribute to Chrisye di Pasar Seni Ancol, Jumat malam.
KOMENTAR

TILIK.ID, Jakarta —  Siapa tak kenal Geisz Chalifah, pendiri Gita Cinta Production dan produser Jakarta Melayu Festival (JMF). Ya,  Tak hanya di kalangan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  dia dikenal, tapi namanya pun tidak asing di dunia seni dan budaya.  

Di dunia politik praktis pun, pria berkepala plontos ini pun lebih dikenal lagi. Pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Geisz menyiapkan tempatnya menjadi Posko Pemenangan Anies-Sandi. Sebelumnya dia pun turun ke jalan mendemo Ahok bersama sejumlah alumni HMI, lalu di 411, 212, dan seterusnya dia pun ambil bagian. 

Darah politik dan seninya  sudah mengalir sejak mahasiswa. Kuliah di Universitas Jayabaya, dia membentuk kelompok belajar ISAFIS, aktif di HMI sampai tamat. Tradisi HMI, yakni politik pergerakan dan politik pemikiran serta studi-studi keIslaman dan Kebangsaan digelutinya. 

Tradisi-tradisi HMI telah digelutinya, namun karena di tubuhnya mengalir minat seni, maka jangan heran jika kemudian dia mendirikan rumah produksi, yang dia namakan Gita Cinta Production.  

Lewat rumah produksinya itulah, Geisz Chalifah menggelar konser musik Melayu, yakni Jakarta Melayu Festival (JMF). Tidak main-main, JMF sudah digelar 8 kali berturut-turut, tiap tahun, dan Agustus tahun ini adalah yang kali ke-9 digelar. 

Bagi Geisz, tidak ada aliran musik yang secara historis bisa mempersatukan anak negeri dan bangsa ini. Musik Melayu pun menjadi simbol peradaban bangsa. Karena itu, Geisz tidak ingin musik Melayu hilang di negeri sendiri, harus menjadi tuan di negeri sendiri. 

Di tengah itu, ada sebuah komunitas yang telah 12 tahun berdiri. Yakni Komunitas Kangen Chrisye (K2C).  Komunitas yang diketuai oleh Ferry Mursyidan Baldan ini juga ingin melestarikan nama besar legenda musik Indonesia Chrisye.  K2C bahkan sudah 12 kali menggelar konser mengenang Chrisye dan membuat film perjalanan hidup Chrisye. 

Ketika K2C mengajak Geisz Chalifah untuk berkolaborasi menggelar konser musik Tribute to Chrisye, Geisz menyanggupi sebagai produsernya. Apalagi ada ide dari Ferry Mursyidan Baldan untuk memberi sentuhan Melayu pada lagu-lagu Chrisye. 

Jumat malam, 29 Maret 2019 di Pasar Seni Ancol, Konser Musik Tribute to Chrisye itu pun pecah, dan sukses luar biasa. 

Berikut  catatan Geisz Chalifah tentang pegelaran musik mengenang Chrisye tersebut, yang disampaikan dengan gaya bertutur yang lugas:

Bermula dari permintaan Ferry Mursyidan Baldan (Koordinator Komunitas Kangen Chrisye), Ferry menggagas agar Tribute to Chrisye yang ke-12 diadakan dalam warna Melayu. Ferry juga meminta agar artis-artis JMF menjadi pengisi acara. Saya menyanggupinya. Saya yakin sekali Arranger Anwar Fauzi akan mampu menggaransir lagu Chrisye dengan sentuhan Melayu. 

Setelah persiapan berhitung bulan, Erie Suzan, Darmansyah, Tom Salmin, Nong Niken, Butong, Alvin Habib bukan saja mampu membawakan lagu-lagu Chrisye dengan cengkok khas mereka, tapi juga mengkayakan warna dari Chrisye sang legenda. 

Shena Malsiana, Takaeda, yang biasanya hijrah di moment Jakarta Melayu Festival kali ini mereka tampil seperti “dirumah” mereka sendiri.   Dengan kemampuan improvisasi yang mereka miliki semua lagu yang dibawakan benar-benar memecahkan suasana, mereka memahami sedang bernyanyi di panggung terbuka, bukan di studio rekaman. Atraktif, hangat, membawa penonton larut dalam suasana. 

Bonita si pemilik suara yang luar biasa tinggi dan power full, mengesankan dan luar biasa keren. Bonita memberikan sentuhan dengan kelasnya, decak kagum bergema setiap selesai dia bernyanyi. 

Pasar Seni Ancol malam itu layaknya Pasar Seni Puluhan tahun lalu, ramai dan bergema. Pasar Seni kembali hangat sebagaimana hangatnya Festival Jazz Mahasiswa yang kami adakan tiap bulan bersama Mapusi dimasa itu dan Bambang Soesatyo (Ketua DPR) sebagai inisiatornya. 

Konser Tribute to Chrisye menjadi awal baru dari rancangan kedepan, akan banyak moment berkesenian dilaksanakan di Pasar Seni Ancol. 

Yang tak kalah hebat dari semua adalah para panitia, kerjasama yang Apik dari Taman Impian Jaya Ancol, Komunitas Kangen Chrisye juga Gita Cinta Production membuat acara ini sukses dan bergema. 

Terimakasih banyak untuk semua salam hangat sejuta respek. Sampai bertemu pada Jakarta Melayu Festival yang ke 9. 
Sabtu 17 Agustus 2019. 

Salam
Geisz Chalifah
Produser Jakarta Melayu Festival

(lms)

JMF ke-9 Sukses karena Ada Pesan Keadilan dan Kesadaran Komunal

Sebelumnya

Anies Bangga Menjadi Bagian dari Jakarta Melayu Festival

Berikutnya

KOMENTAR ANDA